
SAMPIT, Supersemar News – Konflik antar masyarakat dengan perusahaan kelapa sawit sudah tidak asing lagi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kali ini konflik kembali terjadi di Di Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang.
Masyarakat Desa Penyang yang berinisial IJ, mengaku tanahnya yang berada di wilayah Desa Tanah Putih diserobot dan dikuasai oleh perusahaan kelapa sawit selama puluhan tahun.
“Tanah saya diserobot dan dikuasa perusahaan Wilmar Group sudah puluhan tahun,” kata IJ pada Selasa 28 Juli 2025.
Dirinya mengaku wilmar group hanya membebaskan 57 hektar tanahnya padahal yang diserobot oleh mereka ratusan hektar jumlahmya, oleh karena itu dirinya akan menempuh hal ini melewati jalur hukum.
“Dulu yang dibebaskan hanya dua titik jumlahmya 56 hektar sedangkan yang digarap ratusan hektare, saya akan tempuh jalur hukum,” ucapnya.
IJ juga menyebut jika dulu dirinya tidak menahan alat berat perusahaan kemungkinan besar semua lahannya akan digarap habis oleh perusahaan.
“Kalo tidak saya tahan dulu itu pasti digarap habis sama mereka,” tambahnya.
Ironisnya di setiap lahan yang diseroboh oleh Wilmar Group ada makam keluarga IJ, dan ada satu makam yang ditimbun dan digarab oleh Wilmar Group. IJ mengaku hingga kini makam tersebut belum ditemui letaknya.
“Semua yang digarap ada makam keluarga, ada satu makam yang belum ketemu karena digarap oleh perusahaan,” tutup IJ.
(Redaksi)
