SAMPIT, Supersemar News – Kini musim durian kembali menjadi momen yang paling dinanti sebagian masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Aroma khas dan rasa manis legit buah berjuluk “raja buah” ini kerap membuat banyak orang sulit berhenti setelah mencicipinya.

‎Ya, Adminkes Ahli Pertama sekaligus Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Multiansyah, mengingatkan masyarakat agar menikmati durian secara bijak selama musim panen berlangsung.

‎“Banyak ahli gizi menyarankan sekitar dua sampai tiga biji durian ukuran sedang dalam sekali konsumsi bagi orang sehat. Jumlah ini masih tergolong aman dan moderat,” ujar Multiansyah kepada TribunKalteng, Selasa (23/6/2026).

‎Menurutnya, tidak ada batas konsumsi yang berlaku sama untuk setiap orang. Sebab, kondisi kesehatan, usia, hingga aktivitas harian turut memengaruhi kebutuhan dan toleransi tubuh terhadap asupan makanan.

‎Multiansyah menjelaskan, durian mengandung karbohidrat, gula alami, dan kalori yang cukup tinggi.

‎Ya, di balik kenikmatannya konsumsi durian tetap perlu diperhatikan.

‎Terlalu banyak menyantap durian dalam satu waktu berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu.

‎Karena itu, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan energi harian dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan tertentu.

‎Kelompok yang perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi durian di antaranya penderita diabetes atau pradiabetes, obesitas, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal tertentu, serta lanjut usia yang memiliki penyakit metabolik yang belum terkontrol.

‎“Bagi penderita diabetes, obesitas, atau penyakit kronis lainnya, jumlah yang aman bisa lebih sedikit dan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan,” katanya.

‎Ia menambahkan, durian memang dapat memengaruhi kadar gula darah karena mengandung karbohidrat dan gula alami.

‎Meski demikian, efeknya sangat bergantung pada jumlah yang dikonsumsi serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

‎Sementara itu, terkait anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa durian dapat menyebabkan kolesterol tinggi, Multiansyah meluruskan bahwa durian sebenarnya tidak mengandung kolesterol karena berasal dari buah.

‎Namun, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu peningkatan berat badan dan gangguan metabolik yang berkaitan dengan kadar lemak dalam darah.

‎Selain membatasi jumlah konsumsi, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan tetap menerapkan pola makan bergizi seimbang.

‎“Durian tidak dianjurkan menjadi pengganti makanan utama. Tubuh tetap memerlukan berbagai zat gizi dari sumber pangan lain agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi,” jelasnya.

‎Di tengah melimpahnya durian yang kini mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Sampit dan wilayah Kotim lainnya, Multiansyah mengingatkan masyarakat untuk mengenali respons tubuh setelah mengonsumsinya.

‎Apabila muncul keluhan seperti pusing, sesak napas, jantung berdebar, atau gangguan pencernaan, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

‎Dengan konsumsi yang tepat dan tidak berlebihan, masyarakat tetap dapat menikmati manisnya musim durian tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sumber : Tribunnews Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *