
JOMBANG, Supersemar News – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid masuk lima besar nama calon ketua umum PBNU yang diusulkan oleh peserta Muktamar Ke-35 NU.
Ia berada di posisi kelima, dengan perolehan 207 suara usulan.
Walakin, Nusron tidak bisa maju menjadi nama yang diusulkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menjadi calon ketua umum PBNU.
Ia terganjal syarat calon ketua umum PBNU yang harus bebas dari jabatan politik.
“Karena dalam Anggaran Rumah Tangga kita, menteri itu dikategorikan jabatan politik, sehingga Bapak Kiai Nusron Wahid, dengan tidak mengecewakan para pendukungnya, tentu menyampaikan permohonan maaf karena secara administratif belum memenuhi syarat,” kata Presidium Sidang Pleno, Genefri dalam sidang, Senin (31/8/2026).
Menanggapi hal tersebut, Nusron mengucapkan terima kasih kepada para peserta pengusul namanya dan menyadari tak bisa melanjutkan aspirasi para peserta.
“Saya mengucapkan terima kasih yang mungkin dengan iseng-iseng berhadiah menuliskan nama saya, semoga kelucuan ini tidak berlanjut, karena saya sadar saya pejabat politik,” katanya.
Adapun lima nama teratas calon ketua umum PBNU hasil tabulasi Sidang Pleno V diumumkan pada Senin (31/8/2026) pukul 04.13 WIB.
Berikut lima nama calon ketua umum PBNU dengan suara tertinggi usulan para peserta Muktamar:
1. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) 472 suara
2. Zulfa Mustofa 262 suara
3. Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara
4. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara
5. Nusron Wahid 207 suara
Sumber : kompas.com
