
Keluarga dari warga binaan pemasyarakatan (tahanan) saat melakukan kunjungan yang dilakukan pemeriksaan oleh petugas jaga.
SAMPIT, Supersemar News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus memperkuat kualitas pelayanan publik, salah satunya melalui pelayanan kunjungan yang humanis bagi keluarga warga binaan (tahanan) pemasyarakatan (WBP), Kamis (9/4/2026).
Upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi para pengunjung yang datang menjenguk warga binaan.
Lalu, pelayanan kunjungan di Lapas Sampit tidak hanya dijalankan oleh pegawai tetap, tetapi juga melibatkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Setiap pengunjung disambut dengan sikap ramah oleh petugas sejak memasuki area pelayanan kunjungan. Proses pemeriksaan barang dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi etika, sopan santun, dan kenyamanan tamu.
Baca juga
- Polda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu, Penanganan Kasus Dugaan Penyekapan di Jakarta Pusat Libatkan Lintas Instansi
- Mengusung Tema Bergerak Bersama Solid Dan Peduli Dalam Pengabdian HUT Ke – 58 Pusrehabkeshan Gelar Fun Bike Di Jakarta
- Operasi Berantas Jaya 2026 Dimulai, Polda Metro Jaya Fokus Berantas Curanmor
- Pencarian Dua Polisi yang Hilang di Sungai Katingan Belum Membuahkan Hasil, Tim SAR Terkendala Arus Deras
- Motor dan Dapur Rumah Terbakar di Perenggean, Satu Orang Alami Luka Ringan
Petugas juga memberikan arahan dengan jelas agar proses kunjungan berjalan lancar, aman, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, petugas juga memastikan standar keamanan tetap terjaga tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan secara profesional dan tidak berlebihan, sehingga pengunjung tetap merasa aman tanpa adanya tekanan.
Kepala Lapas (Kalapas) Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa adanya kolaborasi ini merupakan bentuk penguatan pelayanan publik sekaligus pembelajaran bagi CPNS maupun peserta magang agar memahami langsung praktik pelayanan pemasyarakatan yang humanis.
Ia juga mengatakan bahwa pelayanan WBP dan pelayanan lainnya yang baik adalah suatu komitmen Lapas Sampit untuk menjaga Marwah Pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengunjung merasakan pelayanan yang baik, nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan. Pelayanan kunjungan bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk penghormatan kami kepada keluarga warga binaan,” ujar Kalapas.
Dengan pendekatan humanis ini, Lapas Sampit berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik serta memperkuat hubungan emosional antara WBP dan keluarga sebagai bagian dari proses pembinaan.
Kalapas juga berharap dengan adanya pembinaan terhadap WBP yang humanis dapat menjadikan para binaan lebih baik nantinya dimasyarakat.
(Fauji)
