Pertemuan Bersejarah PM Xanana dan Mayjen (Purn) Mahidin Simbolon di Jakarta


JAKARTA, Supersemar News– Perdana Menteri (PM) Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao bertemu dengan eks Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) Mayjen (Purn) Mahidin Simbolon di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026). Silaturahim keduanya terbilang bersejarah karena terakhir kali bertemu pada 1992.

Dalam sejarah Timor Leste saat masih bernama Provinsi Timor Timur, hubungan antara Mahidin dan Xanana sangatlah kontroversial. Hal itu dikarenakan Mahidin adalah perwira Kopassus TNI yang terlibat langsung operasi militer di Timor Timur hingga berhasil menangkap Xanana pada 1992. Atas keberhasilan itu, Mahidin dipromosikan berpangkat Kolonel.

“Akhirnya bisa bertemu lagi. Beliau juga sudah tua. Dulu beliau berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1992, saya bersembunyi di rumah Mana Alianca Araujo di Lahane.

Saat itu, Letnan Kolonel tersebut bersama sejumlah pasukan Kopassus datang ke sana dan menangkap saya, lalu membawa saya ke markas mereka,” kata Xanana bercerita.

Dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (3/5/2026), Xanana menjelaskan, karena ia tidak berpakaian, personel Kopassus memakaikan baju kepadanya. Selama tertangkap, ia melihat Mahidin memeriksa beberapa kali kondisinya.

“Kemudian membawa saya ke Bali, Jakarta, dan melakukan interogasi sebelum akhirnya saya dipulangkan kembali. Itu artinya, kami sebenarnya sudah saling kenal sejak hari penangkapan saya di Lahane,” ucap Xanana.

Dia mengungkapkan, pertemuannya dengan Mahidin bisa terwujud, melalui perantara Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Roberto Soares dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda Laurentius Amrih Jinangkung. Hal itu terjadi saat berlangsungnya negosiasi resmi putaran ketiga mengenai Delimitasi Batas Maritim antara Timor Leste dan Indonesia di Singapura.

“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, maka ia meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar diperbolehkan menemui saya. Di Singapura, saya juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia, beliau juga mantan militer yang dulu pernah mengantar saya dari Semarang ke Cipinang. Melalui komunikasi merekalah akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” ucap Xanana.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya banyak membicarakan masa lalu. Menurut Xanana, Mahidin masih mengingat banyak tempat di Timor Leste. Mereka pun selama pertemuan, berkomunikasi menggunakan bahasa Tetun.

Meskipun semua orang pernah mengalami penderitaan, kini mereka yang dulu terlibat langsung dalam konflik pun sepakat untuk membiarkan masa itu berlalu. Tujuannya agar tidak ada lagi rasa sakit hati atau kebencian di kemudian hari.

“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Hari ini jika kita mengingat kembali kenangan masa lalu, ada yang melakukan ini, ada yang melakukan itu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga membuat hati menjadi tenang dan senang. Itulah makna pertemuan kita hari ini,” kata Xanana.

Sejak kemerdekaan, Xanana selalu berupaya membangun pendekatan rekonsiliasi dengan Indonesia, khususnya dengan para mantan petinggi TNI. Dia pun menjalin hubungan diplomatik dengan sejumlah tokoh, seperti Wiranto, Prabowo Subianto, serta pemimpin militer Indonesia lainnya.

Pertemuan antara Xanana dan Mahidin juga dihadiri Wakil PM Timor Leste sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Francisco Kalbuadi Lay, Duta Besar Timor Lesta untuk INdonesia Roberto Soares, serta Atase Pertahanan Timor Leste di Indonesia Kolonel Renilde Guterres Cortereal e Silva.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *