
Supersemar News – Pemerintah meluncurkan program 8 juta sertifikat tanah gratis bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
Rinciannya, 1 juta sertifikat tanah gratis MBR pada tahun 2026, 3 juta sertifikat pada 2027, dan 4 juta lagi di 2028.
Program menyasar bagi MBR yang belum memiliki tanah namun belum mempunyai sertifikat maupun hunian tetap.
Selain itu, MBR juga diberi kemudahan memiliki rumah susun (rusun) bersubsidi yang berada di perkotaan.
“Jadi program ini sudah dijalankan, sudah mulai dijalankan. Ini bukan akan, tapi sudah, sesuai arahan Pak Ketua Satgas Perumahan (Hashim Djojohadikusumo) sudah dilaksanakan,” jelas Menteri PKP (Perumahan dan Kawasan Pemukiman) Maruarar Sirait dikutip dari Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Bagi MBR yang hendak mengakses rusun subsidi, calon penerima manfaat harus berpenghasilan maksimal Rp 12 juta per bulan bagi yang lajang.
Bagi yang sudah menikah atau berkeluarga, berpenghasilan maksimal Rp 14 juta per bulan.
Skema kredit KPR bersubsidi juga diterapkan dengan uang muka (DP) mulai 1 persen dan tenor hingga 40 tahun.
Saat ini salah satu pembangunan rusun MBR dilaksanakan di Manggarai, Jakarta Selatan.
Jangan untuk investasi
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo memperingatkan agar rusun subsidi benar-benar tepat sasaran.
Ia tak mau ada oknum-oknum yang memanfaatkan program ini sebagai ladang investasi.
“Nanti, ini jangan nanti ada oknum nakal yang nanti karena pasti, pasti kita lihat nanti apalagi mutunya begitu bagus,” jelas Hashim, Jumat.
“Lokasi dan mutu bagus nanti nilai tanah dan apartemen akan meningkat tajam. Nah orang-orang kan tidak bodoh,” tambahnya.
Rusun subsidi MBR sebanyak 3.784 unit di Manggarai, Jakarta Selatan dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan lahann seluas 2,2 hektar yang terdiri delapan tower. Lokasinya strategis, terhubung langsung dengan fasilitas umum termasuk transportasi publik.
“Satu pelanggan, satu peminat, satu tempat hunian,” jelas Hashim mengingatkan.
Ditanggung APBN
Sementara itu, Hashim menerangkan biaya 8 juta sertifikat gratis nantinya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Masyarakat di perkotaan dan pedesaan berkesempatan memperolehnya.
Pemerintah sengaja melaksanakan program ini agar mendorong nilai dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sehingga dalam tiga tahun pemerintah akan membagikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia yang belum punya sertifikat. Nah, ini akan dimulai dan ini semuanya dari APBN, sudah disetujui pemerintah dan segera akan dilaksanakan,” jelasnya.
Dirinya berharap baik program sertifikat gratis dan rusun subsidi MBR memberikan dampak positif serta tepat sasaran.
Sumber : kompas.com
