
Supersemar News – Raabi’atul Adawiyyah merupakan perempuan asal Brunei Darussalam yang dikenal sebagai istri Pangeran Abdul Malik, salah satu putra Sultan Hassanal Bolkiah. Namanya kembali menjadi perhatian publik setelah gelar kerajaan yang disandangnya dicabut oleh Sultan Brunei pada Agustus 2026. Jauh sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei, Raabi’atul telah memiliki perjalanan pendidikan dan aktivitas yang cukup menarik. Ia dikenal pernah aktif dalam kegiatan keagamaan, bidang teknologi informasi, hingga kompetisi pembacaan Al-Qur’an.
Pendidikan Raabi’atul Adawiyyah
Raabi’atul Adawiyyah menempuh pendidikan dasar di Sekolah Al-Falaah dan Sekolah Dasar Rimba I. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Menengah Menglait dan Sekolah Menengah Rimba. Ketika masih bersekolah, Raabi’atul juga aktif dalam kegiatan sekolah dan keagamaan. Pada 2006, ia dipercaya menjadi ketua murid di Sekolah Ugama Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah. Ia menyelesaikan Penilaian Sekolah Dasar pada 2005, Sertifikat Sekolah Ugama Rendah pada 2008, serta GCE O Level pada 2010.
Pernah Berprestasi dalam Pembacaan Al-Qur’an
Selain kegiatan akademik, Raabi’atul dikenal memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan pembacaan Al-Qur’an sejak masih muda. Ia pernah mewakili sekolahnya dalam sejumlah kompetisi keagamaan di Brunei. Pada 2005, Raabi’atul mengikuti kegiatan pembacaan Al-Qur’an di Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah. Beberapa tahun kemudian, ia kembali berpartisipasi dalam kompetisi keagamaan tingkat nasional.
Namanya semakin dikenal setelah meraih kategori Pembacaan Al-Qur’an Terbaik dalam ajang Miss World Muslimah di Indonesia pada 2013. Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan hidupnya sebelum masuk ke lingkungan kerajaan.
Memiliki Latar Belakang di Bidang Teknologi Informasi
Menariknya, kehidupan Raabi’atul tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kerajaan dan keagamaan. Ia juga memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi. Raabi’atul mengikuti sejumlah pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan teknologi informasi pada 2012 hingga 2013. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penggunaan komputer, Microsoft Office, dan perangkat lunak Adobe.
Sebelum menikah dengan Pangeran Abdul Malik, ia juga sempat bekerja di bidang teknologi. Raabi’atul tercatat pernah menjadi System Data Analyst di BAG Networks dan kemudian bekerja sebagai instruktur teknologi informasi di HAD Technologies.
Menikah dengan Pangeran Abdul Malik
Hubungan Raabi’atul dengan keluarga kerajaan Brunei semakin menjadi perhatian setelah pihak istana mengumumkan pertunangannya dengan Pangeran Abdul Malik pada Januari 2015. Pernikahan keduanya kemudian berlangsung pada April 2015 dalam rangkaian upacara kerajaan yang berlangsung selama beberapa hari.
Salah satu rangkaian penting dilaksanakan di Istana Nurul Iman, kediaman resmi Sultan Brunei. Pernikahan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota keluarga kerajaan dan tokoh dari berbagai negara. Rangkaian pernikahan kerajaan itu menjadi salah satu acara besar yang mendapat perhatian luas di kawasan Asia Tenggara.
Kehidupan Raabi’atul sebagai Anggota Keluarga Kerajaan
Setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, Raabi’atul menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga kerajaan Brunei. Ia juga beberapa kali mendampingi suaminya dalam agenda resmi kerajaan dan kegiatan kenegaraan. Raabi’atul tercatat hadir dalam berbagai acara kerajaan, termasuk perayaan nasional, kegiatan keagamaan, jamuan kerajaan, dan sejumlah agenda yang melibatkan keluarga kerajaan Brunei. Ia juga pernah mendampingi Pangeran Abdul Malik dalam kunjungan resmi ke Singapura.
Raabi’atul Adawiyyah Memiliki Empat Anak
Dari pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik, Raabi’atul Adawiyyah memiliki empat orang putri. Keempat anak tersebut merupakan bagian dari keluarga kerajaan Brunei dan masing-masing memperoleh gelar kerajaan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan kerajaan. Kehidupan keluarganya pun berlangsung di lingkungan Istana Nurul Iman bersama Pangeran Abdul Malik dan anak-anak mereka.
Gelar Kerajaan Raabi’atul Adawiyyah Dicabut
Nama Raabi’atul kembali menjadi sorotan pada Agustus 2026 setelah Sultan Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang sebelumnya disandangnya. Gelar Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri yang melekat pada dirinya setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik tidak lagi berlaku setelah keputusan Sultan Hassanal Bolkiah diumumkan oleh pihak kerajaan. Pengumuman mengenai keputusan tersebut disampaikan pada 8 Agustus 2026.
Sejumlah pemberitaan menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan etiket kerajaan. Namun, rincian resmi mengenai alasan pencabutan gelar tersebut masih terbatas dalam informasi yang disampaikan kepada publik. Keputusan tersebut membuat perjalanan Raabi’atul Adawiyyah kembali menjadi perhatian publik.
Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai perempuan berprestasi di bidang keagamaan dan pernah memiliki pengalaman di dunia teknologi informasi itu kini menjadi sorotan karena perubahan status gelarnya dalam keluarga kerajaan Brunei. Raabi’atul Adawiyyah bukan hanya dikenal karena statusnya sebagai menantu Sultan Brunei, tetapi juga memiliki perjalanan hidup yang cukup beragam sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan.
Sumber : stie stekom
