JAKARTA, Supersemar News – Rest area jalan tol kini tak hanya menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan.

PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), menghadirkan Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat).

Inovasi tersebut membuat Hamawas meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya.

Baca juga: Baznas Ajak Semua LAZ Luncurkan Program Inovatif untuk Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan menghadirkan inovasi pelayanan bagi pengguna jalan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini. Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerjasama antar semua pihak,” ujar Hamdani.

Bukan Sekadar Tempat Beristirahat
Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengatakan Galeri Budaya di TIP KM 99 dirancang agar pengguna jalan tidak hanya beristirahat, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya Sumatera Utara.

Baca juga: Bukan Cuma SPBU, Rest Area KM 99 Tol Kutepat Kini Punya Galeri Budaya

“Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan,” ucap Dindin.

“Kami ingin Tempat Istirahat dan Pelayanan di KM 99 tidak hanya menjadi ruang bagi pengguna jalan untuk berhenti dan beristirahat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang cerita tentang kekayaan suku dan budaya Sumatera,” lanjutnya.

Dalam pembangunannya, Hamawas berkolaborasi dengan komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara.

Baca juga: Tak Sekadar Museum, Gedung Juang Bekasi Disiapkan Jadi Ruang Publik dan Wisata Edukasi

Konsep tersebut mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pengalaman perjalanan pengguna jalan tol.

Kenalkan Suku hingga Cerita Rakyat
Galeri Budaya di Rest Area KM 99 menghadirkan sejumlah ruang yang memperkenalkan keberagaman budaya Sumatera Utara.

Melalui Galeri Singgah Daya, pengunjung dapat melihat panel infografis yang memuat informasi mengenai suku dan budaya, artefak, alat musik tradisional, hingga rumah adat.

Baca juga: Gedung Juang Bekasi Bertransformasi, Sejarah Disajikan Lewat AR Wall hingga Mini Bioskop

Ada pula Main Exhibition yang menghadirkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara.

Sementara itu, zona Media Interaktif memungkinkan pengunjung mengikuti berbagai permainan edukatif, termasuk permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin.

Keberadaan galeri juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga: WTJJ Perkuat Kolaborasi TJSL WIKA Group Dorong Ekonomi Sirkular di Pulau Pari

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat Tulus Abadi mengatakan konsep tersebut dapat menjadi contoh bagi badan usaha jalan tol lainnya untuk menghadirkan inovasi pelayanan berbasis potensi daerah.

“Sentuhan budaya yang dihadirkan melalui Galeri Budaya ini menjadi sebuah ciri khas yang kreatif dan memberikan nilai tambah bagi Rest Area KM 99,” ujar Tulus.

Menurutnya, konsep serupa dapat dikembangkan oleh badan usaha jalan tol lain dengan mengangkat potensi serta kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Dengan hadirnya Galeri Budaya, TIP KM 99 diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya Sumatera Utara.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *