
SAMARINDA KOTA, Supersemar News – Hanya meraih 2 perak dan 1 perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut, Persatuan Soft Tenis Indonesia (Pesti) Kaltim kian terpacu untuk meningkatkan capaiannya di edisi berikutnya.
Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pesti Kaltim, Sabtu (12/4), menjadi ajang meramu konsep dan formula untuk mencapai tujuan itu.
Ada beberapa pembahasan yang menjadi topik dalam raker ini, berkaitan dengan agenda daerah dan nasional.
Di antaranya, rencana pelaksanaan kejuaraan Provinsi dan kejurnas junior.
Serta beberapa tema yang dikupas lebih lanjut dalam sidang-sidang raker yang diikuti 7 pengurus cabang (pengcab) Kabupaten/Kota tersebut.
Mewakili Plt Ketua Pesti Kaltim Haidar Fathoni, Sekretaris Umum (Sekum) Noor Asnan dalam sambutannya menyinggung kegagalan soft tenis memenuhi target emas di PON terakhir.
Dengan mengucapkan maaf, Asnan menyebut kegagalan ini disebabkan adanya perubahan sistem pertandingan yang membuat skema yang sudah disusun menjadi buyar.
Berikutnya, Asnan juga menyinggung masalah rekrtutmen atlet.
Di mana proses ini tak semata melihat kualitas atlet, tapi lebih mengutamakan pada sikap dan perilaku.
“Saya minta dalam merekrut atlet harus mengutamakan integritas untuk hasil yang lebih baik, mungkin tentang kedisiplinan waktu dalam berlatih,” kata Asnan menekankan.
Selanjutnya, Asnan juga mengharapkan dukungan KONI Kaltim untuk menghadapi kejurnas soft tenis pada Agustus nanti.
Bahwa ajang tersebut juga menjadi media seleksi untuk mewakili Indonesia di kejuaraan dunia.
“Saya juga melaporkan bahwa untuk PON nanti ada penambahan kuota nomor tanding dari PB Pesti, dari 7 menjadi 10. Insya Allah Kaltim memiliki peluang dan ke depannya kami bisa mempersembahkan emas,” ujarnya.
Menyikapi soal rekrutmen atlet, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menekankan proses yang mengedepankan kejujuran dan transparansi.
Menurutnya, jika proses ini diawali dengan baik, ia yakin hasilnya pun akan bagus.
“Harapan saya, kejujuran ini penting dalam rekrutmen atlet, sehingga muaranya akan baik. Jadi bukan sekadar dilandasi suka atau tidak suka,” pesan Rusdi mengingatkan.
Tak lupa, Rusdi meminta jajaran Pesti seluruh Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda porprov tahun depan.
Melalui raker ini diharapkan pengurus Pesti bisa menuangkan program kerja yang realistis dan bisa diimplementasikan dalam wujud peningkatan prestasi soft tenis.
“Mudah-mudahan raker ini bisa memberikan hasil maksimal. Kami berharap di porprov nanti akan lahir atlet dan prestasi terbaik menuju PON XXII di Nusa Tenggara, 2028 mendatang,” tutup Rusdi.
(sapos.co.id)
(Lilis Susanti)