created by photogrid

Supersemar News – Gunung Lawu merupakan salah satu Gunung yang memiliki nilai sejarah dan budaya kuat di Pulau Jawa.

Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Kerajaan Majapahit dan tradisi masyarakat Jawa.

Secara geografis, Gunung Lawu memiliki ketinggian sekitar 3.265 meter di atas permukaan laut. Kawasan gunung ini sejak dahulu dianggap sebagai tempat yang memiliki suasana spiritual.

Kepercayaan tersebut berkembang karena keberadaan sejumlah situs bersejarah di lerengnya, terutama Candi Sukuh dan Candi Cetho. Kedua candi tersebut diperkirakan dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit.

Candi Sukuh memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari kebanyakan candi di Jawa. Bangunannya menyerupai struktur bertingkat dengan berbagai relief yang menggambarkan simbol kehidupan dan ajaran masyarakat pada masa itu.

Sementara itu, Candi Cetho berada di lereng Gunung Lawu dan memiliki susunan teras yang menunjukkan kuatnya pengaruh tradisi lokal dalam perkembangan kebudayaan pada akhir masa Majapahit.

Dalam sejarah Jawa, Gunung Lawu juga sering dikaitkan dengan Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit menurut sejumlah tradisi dan cerita tutur masyarakat.

Salah satu kisah yang berkembang menyebutkan bahwa sang raja memilih menuju kawasan Gunung Lawu setelah Majapahit mengalami kemunduran.

Cerita tersebut kemudian menjadi bagian dari legenda yang membuat Gunung Lawu semakin dikenal sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual.

Selain peninggalan sejarah, masyarakat di sekitar Gunung Lawu hingga kini masih mempertahankan berbagai tradisi dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Pendakian ke kawasan tertentu juga kerap dianggap bukan sekadar perjalanan menikmati alam, tetapi sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi dan mendekatkan diri secara batin.

Sejarah Gunung Lawu pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari perpaduan antara alam, peninggalan arkeologi, cerita kerajaan, serta kebudayaan masyarakat Jawa.

Keberadaan situs-situs kuno di lerengnya menjadi bukti bahwa kawasan ini telah memiliki peran penting sejak masa lampau. Karena itu, Gunung Lawu bukan hanya destinasi bagi pencinta alam.

Gunung ini juga menjadi ruang penting untuk memahami jejak peradaban Jawa, khususnya pada masa akhir Majapahit, sekaligus melihat bagaimana sejarah dan tradisi tetap hidup di tengah masyarakat hingga sekarang.

Sumber : Disway

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *