
SupersemarNews, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden yang terjadi di Semarang.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, yang menyoroti pentingnya disiplin dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan program tersebut.
Menurut Sudaryono, Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk pengabdian yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan keselamatan para penerima manfaat.
Karena itu, setiap petugas diminta menjalankan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan.”Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah harga mati. Jika ada staf yang bekerja serampangan dan mengabaikan aturan di dapur, keluarkan saat itu juga,” tulis Sudaryono
.Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh melepaskan tanggung jawab ketika terjadi kesalahan di lapangan.
“Dalam kepemimpinan, tidak ada istilah melempar kesalahan. Jika anak buah berbuat keliru, maka komandannya yang memikul tanggung jawab,” ujarnya.
Sudaryono menambahkan, pelaksanaan program tidak cukup hanya memenuhi ketentuan administratif, tetapi juga harus dilakukan dengan mengedepankan hati nurani dan akal sehat.
Menurut dia, seluruh jajaran BGN harus bekerja tidak hanya agar “benar” sesuai aturan, tetapi juga “pener” atau tepat dalam pelaksanaannya.
Ia juga mengingatkan agar para petugas tidak bersikap arogan, melainkan terbuka terhadap masukan masyarakat serta memberikan pelayanan dengan integritas.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas insiden dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Semarang. Namun, dalam unggahan itu Sudaryono tidak menjelaskan secara rinci kronologi maupun bentuk insiden yang dimaksud. sumber postingan akun sudaru_sudaryono
