Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol. (Foto: Dok. Kementerian Lingkungan Hidup)

SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR  – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyerukan produsen, pengecer, dan layanan makanan FMCG untuk membuat peta jalan pengurangan sampah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mendesak produsen FMCG, ritel, dan industri makanan untuk segera menyusun peta jalan pengurangan sampah pada produk, kemasan, dan wadah, sesuai aturan Menteri LHK 2019 No.75.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan total 3,84 juta ton sampah pada 2023 dari 368 kabupaten/kota, dan estimasi 5 juta ton jika semua kabupaten/kota melaporkan data.

Dari jumlah itu, 61,6% sampah dikelola, sementara 38,4% tidak.

Hanif menekankan pentingnya perubahan dari model “kumpul-angkut-buang” menjadi model sirkular melalui daur ulang dan penggunaan ulang.

Pemerintah juga mendorong tanggung jawab produsen untuk pengurangan sampah dan penggunaan teknologi yang mengubah sampah jadi energi, dengan target 30% pengurangan sampah dan 70% pengelolaan pada 2025 sesuai PERPRES 2017 No. 97.

Kebijakan ini mendukung Undang-Undang 2008 No. 18 tentang Pengelolaan Sampah.

Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti, menambahkan bahwa potensi daur ulang dari lima jenis sampah (plastik, kertas, logam, kain, kaca) mencapai 38% dari total sampah atau 14,7 juta ton.

Meski saat ini baru 10%. Kementerian LH/BPLH telah mengirim surat kepada 613 perusahaan agar mendukung peningkatan laju daur ulang hingga 38% secara bertahap.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)