Tawuran Remaja Bersenjata di Sawangan Depok, Warga Tangkap 1 Pelaku

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 04:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mobil patroli polisi dengan lampu rotator biru menyala memasuki permukiman warga Sawangan, Depok, Minggu malam (8/2/2026), usai warga menangkap satu remaja yang terlibat tawuran bersenjata tajam.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta — Aksi brutal yang melibatkan dua kelompok remaja kembali mengoyak rasa aman warga. Kali ini, tawuran bersenjata tajam pecah di Jalan H Sulaiman, Sawangan, Kota Depok, Minggu malam (8/2/2026). Insiden itu membuat warga turun tangan langsung dan berhasil mengamankan satu anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga tengah bersiap untuk beristirahat. Namun, ketenangan malam berubah menjadi kepanikan setelah suara teriakan dan keributan terdengar dari arah jalan utama.

Janjian Lewat Medsos, Tawuran Dirancang Sejak Awal

Berdasarkan penelusuran awal SUPERSEMAR NEWS, tawuran ini bukan terjadi secara spontan. Kedua kelompok remaja diduga sudah membuat kesepakatan terlebih dahulu melalui media sosial, sebuah pola yang belakangan kerap muncul dalam berbagai kasus tawuran remaja di wilayah Jabodetabek.

Mahfudin, warga setempat, menuturkan bahwa bentrokan antar remaja di lingkungannya bukan kali pertama terjadi.

“Begitu dengar ada tawuran, saya dan warga langsung keluar rumah. Mereka bawa senjata tajam,” ujar Mahfudin kepada SUPERSEMAR NEWS

Lebih lanjut, warga beramai-ramai berusaha melerai kedua kelompok yang saling serang. Dalam situasi tegang tersebut, satu remaja berhasil diamankan.

“Satu orang tertangkap, kami juga enggak tahu dari kelompok mana,” lanjutnya.

Pisau Disimpan di Tas Ransel Putih

Tak berhenti di situ, warga juga menemukan sebuah tas ransel putih yang tertinggal di lokasi kejadian. Setelah diperiksa, tas tersebut berisi satu bilah pisau yang diduga kuat akan digunakan dalam aksi tawuran.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Temuan senjata tajam ini memperkuat dugaan bahwa tawuran tersebut telah direncanakan dengan matang.

“Ada satu bilah pisau di dalam tas. Sepertinya memang sudah disiapkan,” ungkap Mahfudin.

Seorang warga memperlihatkan sebilah pisau yang diduga digunakan dalam tawuran remaja di Sawangan, Depok, Minggu malam (8/2/2026), setelah satu pelaku berhasil diamankan sebelum dibawa ke Polsek Bojongsari.

Fenomena remaja membawa senjata tajam kini menjadi alarm serius bagi aparat dan masyarakat. Sebelumnya, sejumlah kasus serupa juga terjadi di wilayah Depok dan sekitarnya, sebagaimana pernah diberitakan SUPERSEMAR NEWS dalam laporan khusus tentang meningkatnya kriminalitas remaja di perkotaan.

Sementara itu, data nasional menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam tindak kekerasan terus meningkat. Laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa tawuran masih menjadi salah satu bentuk kekerasan paling dominan di kalangan pelajar.

ABH Luka di Kepala, Diduga Terkena Sajam Lawan

Remaja yang diamankan warga diketahui mengalami luka sobek di bagian kepala serta beberapa bagian tubuh lainnya. Warga menduga luka tersebut akibat terkena senjata tajam dari kelompok lawan.

“Tadi kepalanya sempat berdarah, tapi enggak parah. Kayaknya kena senjata tajam,” jelas Mahfudin.

Setelah diamankan di pos kamling, ABH kemudian dibawa ke Polsek Bojongsari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengakuan ABH: Pertama Kali Ikut Tawuran

Di hadapan warga, ABH mengaku hanya mengikuti ajakan tawuran yang disepakati melalui media sosial. Ia juga mengklaim tidak membawa senjata tajam.

“Janjian lewat medsos. Tawurannya pakai barang, tapi saya enggak punya. Saya tangan kosong,” katanya.

Lebih jauh, ABH mengungkapkan bahwa bentrokan tersebut melibatkan kelompok remaja, bukan antar sekolah. Ia juga mengaku masih berstatus pelajar SMP negeri kelas tiga di wilayah Depok.

“Ini pertama kali saya ikut tawuran,” pungkasnya.

Sawangan Jadi Titik Rawan Tawuran Remaja

Insiden ini menambah daftar panjang kasus tawuran di Kota Depok, khususnya wilayah Sawangan dan Bojongsari. Warga menilai minimnya patroli malam serta lemahnya pengawasan orang tua turut memperparah situasi.

Baca Juga :  Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam

Selain itu, penggunaan media sosial sebagai sarana “janjian tawuran” menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Pola ini mirip dengan kasus-kasus yang sebelumnya terjadi di Jakarta Timur dan Bekasi.

Analisis: Tawuran Bukan Sekadar Kenakalan Remaja

Pakar kriminologi menilai tawuran saat ini telah bergeser dari sekadar kenakalan remaja menjadi bentuk kekerasan terorganisir skala kecil. Senjata tajam, koordinasi lewat medsos, serta keberanian beraksi di ruang publik menunjukkan adanya degradasi kontrol sosial.

Jika tidak ditangani secara serius, fenomena ini berpotensi melahirkan generasi muda yang terbiasa menyelesaikan konflik dengan kekerasan.

Oleh karena itu, SUPERSEMAR NEWS menekankan pentingnya:

  1. Patroli rutin di jam rawan
  2. Edukasi digital di sekolah
  3. Penguatan peran RT/RW dan pos kamling
  4. Pendampingan psikososial bagi ABH
  5. Penegakan hukum tegas namun berkeadilan restoratif

Peran Warga Jadi Kunci Pencegahan

Keberhasilan warga Sawangan mengamankan satu pelaku membuktikan bahwa solidaritas lingkungan masih menjadi benteng utama melawan aksi kriminal.

Namun demikian, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan ini sendirian. Pemerintah daerah, kepolisian, sekolah, dan orang tua harus bergerak bersama.

Alarm Keras untuk Semua Pihak

Kasus tawuran remaja bersenjata tajam di Sawangan Depok menjadi peringatan keras bahwa kekerasan di kalangan anak muda sudah berada di titik mengkhawatirkan.

Tanpa langkah sistematis dan kolaboratif, tragedi serupa akan terus berulang.

SUPERSEMAR NEWS akan terus mengawal isu ini secara kritis, tajam, dan berpihak pada keselamatan publik.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Bentuk Relawan Kampung Bersih Narkoba, Polresta Banjarmasin: Sinergi Cegah Narkotika
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:06 WIB

Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 23:02 WIB

Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba

Berita Terbaru