
SUPERSEMAR NEWS | Jakarta — Setelah buron selama lebih dari lima bulan, pelaku teror bersenjata panah yang meresahkan warga Belawan akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian. Pria berinisial M alias G (37), yang dijuluki warga sebagai sniper panah, dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur karena mencoba melawan petugas saat proses penangkapan.
Penangkapan ini menandai berakhirnya rangkaian teror yang sempat membuat warga Belawan hidup dalam bayang-bayang ketakutan sejak September 2025.
Lebih jauh, aparat memastikan bahwa tersangka merupakan residivis kasus pembakaran sepeda motor dinas polisi, sehingga masuk kategori pelaku kriminal berisiko tinggi.
Kronologi Teror: Dari Penyerangan Brutal hingga Korban Luka Permanen
Peristiwa bermula pada Minggu, 7 September 2025. Saat itu, M bersama sekitar enam orang rekannya melakukan aksi penyerangan terhadap warga menggunakan senapan angin dan anak panah.
Aksi tersebut bukan sekadar tawuran biasa.
Sebaliknya, polisi menilai peristiwa ini sebagai teror terbuka terhadap masyarakat sipil.
Kapolres Pelabuhan Belawan melalui Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, S.IP., mengungkapkan bahwa salah satu korban, berinisial D, mengalami luka permanen akibat serangan jarak dekat.
“Tersangka memanah korban dari jarak sekitar dua meter. Anak panah mengenai mata kiri korban dan menyebabkan cedera sangat serius,” ujar AKP Ponijo, Minggu (8/2/2026).
Akibat luka tersebut, korban kini menghadapi risiko gangguan penglihatan seumur hidup.
Dengan demikian, kasus ini tidak hanya masuk kategori penganiayaan berat, tetapi juga mengandung unsur percobaan pembunuhan.
Lima Bulan Buron: Polisi Lakukan Pelacakan Intensif
Setelah kejadian tersebut, M menghilang tanpa jejak.
Namun demikian, tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan tidak menghentikan pengejaran.
Selama lima bulan, aparat melakukan:
- pemetaan jaringan pelaku
- pengumpulan keterangan saksi
- pelacakan digital
- patroli wilayah rawan
- hingga penyamaran di sejumlah titik persembunyian
Akhirnya, pada Kamis, 5 Februari 2026, keberadaan tersangka terdeteksi di kawasan Gabion, Belawan.
Penangkapan Dramatis: Tersangka Melawan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Saat hendak diamankan, tersangka justru melakukan perlawanan aktif yang membahayakan keselamatan petugas.
Oleh karena itu, aparat terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki tersangka.
Langkah tersebut diambil sesuai prosedur operasional standar kepolisian.
Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan intensif.
Residivis dan Jejak Kejahatan Lama Terungkap
Dalam pemeriksaan awal, polisi mengungkap fakta penting.
Tersangka ternyata merupakan residivis kasus pembakaran sepeda motor dinas Polres Pelabuhan Belawan.
Artinya, pelaku bukan pemain baru di dunia kriminal.
Lebih lanjut, kepada penyidik, M mengaku sengaja membuang busur panah ke laut untuk menghilangkan barang bukti.
Meski begitu, polisi tetap berhasil mengamankan:
- satu buah jaket yang dikenakan saat beraksi
- satu anak panah
Barang bukti ini kini menjadi dasar pengembangan kasus.
Polisi Kejar Pelaku Lain: Tidak Ada Ruang untuk Terorisme Jalanan
Kapolsek Belawan menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu tersangka.
Sebaliknya, aparat tengah memburu enam orang lain yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.
“Kami terus melakukan pengembangan. Semua pelaku akan kami kejar. Tidak ada ruang bagi teror terhadap warga,” tegas AKP Ponijo.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan keras bahwa negara hadir melindungi masyarakat.
Analisis SUPERSEMAR NEWS: Teror Jalanan dan Lemahnya Pengawasan Senjata Rakitan
Kasus sniper panah Belawan membuka kembali diskursus tentang:
- maraknya senjata rakitan
- minimnya pengawasan senapan angin
- serta lemahnya kontrol sosial di kawasan padat penduduk
Terlebih, penggunaan panah sebagai alat kekerasan menunjukkan adanya evolusi modus kejahatan jalanan.
Untuk itu, SUPERSEMAR NEWS menilai perlu adanya:
- pendataan ulang kepemilikan senapan angin
- patroli preventif berbasis komunitas
- edukasi hukum kepada masyarakat
- pemberdayaan RT/RW sebagai sistem peringatan dini
Tanpa langkah konkret, potensi kejadian serupa akan terus berulang.
Edukasi Publik: Ini yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban atau Saksi Teror
Sebagai media edukatif, SUPERSEMAR NEWS mengimbau masyarakat untuk:
- segera melapor ke polisi jika melihat aktivitas mencurigakan
- mencatat ciri pelaku
- tidak main hakim sendiri
- menjaga dokumentasi jika memungkinkan
Laporan cepat dapat menyelamatkan nyawa.
Negara Hadir, Teror Harus Dihentikan
Penangkapan M menjadi bukti bahwa pelarian panjang tidak akan pernah mengalahkan hukum.
Teror sniper panah Belawan kini resmi berakhir.
Namun pekerjaan rumah aparat belum selesai.
Keamanan warga harus menjadi prioritas utama.
SUPERSEMAR NEWS akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap dan keadilan ditegakkan.***(SB)
SupersemarNewsTeam
