
TANAH BUMBU, Supersemar News — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin memberangkatkan tim rescue untuk melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR) terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Selasa (24/3/2026).
Korban, Kopsah (73), seorang perempuan yang beralamat di Sebamban III Blok D, RT 004 RW 002, Desa Tri Martani, dilaporkan hilang sejak Minggu (21/3) pagi, saat anggota keluarga lainnya tengah melaksanakan ibadah sholat Id. Keluarga menduga korban berjalan keluar rumah dan memasuki area perkebunan luas yang berada tepat di belakang kediamannya.
Setelah upaya pencarian mandiri oleh warga sekitar selama beberapa hari tidak membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan Unit Siaga SAR Batulicin, yang diteruskan ke Kantor SAR Banjarmasin pada Selasa siang.
Baca juga berita ini
Merespons laporan tersebut, pada pukul 13.45 WITA, Kantor SAR Banjarmasin segera menggerakkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin berjumlah 4 personel. Tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit Rescue Carrier yang dilengkapi dengan peralatan Jungle Rescue, alat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
Operasi ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Batulicin, Polsek Sungai Loban, TNI, tim ERT (Emergency Response Team) dari PT BIB, PPA, CK, PT TIA, serta bantuan masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, memberikan keterangan resmi terkait dimulainya operasi ini.
“Kami telah menginstruksikan tim di lapangan untuk melakukan penyisiran intensif di titik terakhir korban diduga terlihat. Fokus utama kami adalah area perkebunan di belakang rumah korban dengan metode open grid di darat,“ ujarnya.
Tim rescue diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 15.00 WITA untuk langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan memulai penyisiran tahap awal.
Meskipun tidak ada hambatan berarti di lapangan, luasnya area perkebunan menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam upaya menemukan keberadaan Ibu Kopsah.
(Fauji)
