JAKARTA, Supersemar News – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI AD ) mengerahkan Kapal ADRI 92 untuk membawa bantuan ke wilayah terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dikirim terdiri dari bahan makanan, kebutuhan dasar, bahan bakar minyak (BBM), hingga fasilitas kesehatan berupa obat-obatan dan tenaga medis.

“Sore hari ini kita akan memberangkatkan kapal untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Jadi kami dari TNI AD, sebetulnya dari jam ke jam terus memantau perkembangan di sana,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak , Rabu (19/8/2026).

Maruli mengatakan, pengiriman bantuan ini tidak hanya selesai hingga tahap penyaluran saja. Melainkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi kebutuhan masyarakat di lokasi bencana dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“Pernah saya sampaikan bahwa dalam menghadapi bencana ini, kita selalu harus punya nafas panjang. Kalau cuma one hit kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Maruli menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi tentang apa yang dibutuhkan warga terdampak gempa. “Saya kira dua tiga bulan ke depan atau sebulan ke depan kita akan berpikir lagi kira-kira apa yang diperlukan di sana,” kata Maruli.

Untuk diketahui, kapal tersebut membawa bantuan berupa 32,5 ton beras, 500 kilogram gula, 4.000 liter minyak goreng, 1.140 dus mi instan, 1.997 dus susu bayi, 672 dus bubur bayi, 330 dus pembalut wanita, 710 dus popok bayi, 1.000 dus air minum kemasan, 5.000 paket ransum tempur, serta 28 karung pakaian layak pakai.

Selain bahan makanan dan kebutuhan dasar, TNI AD mengirim 12.000 liter BBM yang terdiri atas 15 drum Pertalite, 10 drum Pertamina Dex, dan 35 drum Bio Solar. Selain itu, kapal tersebut juga membawa 2 unit ambulans, 5 unit truk 2,5 ton, 100 buah tandon air berkapasitas 1.100 liter, 12 set genset 2,5 KVA, 30 set tenda serbaguna, serta 900 set velbed.

Kapal ADRI 92 juga membawa fasilitas kesehatan berupa 2 dokter, 6 perawat, 8 tempat tidur pasien, serta 66 tempat tidur untuk rawat jalan. Selain itu, TNI AD juga menyiapkan alat kesehatan dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kalau nanti mereka memang memerlukan perawatan di kapal, kami akan lakukan. Kalau memang mereka harus terjun, mereka akan terjun. Jadi tergantung kondisinya nanti di sana,” jelasnya.

Maruli mengatakan, kebutuhan air juga menjadi salah satu perhatian dalam penanganan bencana di NTT. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengeboran di sejumlah titik yang membutuhkan sumber air agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya meyakini di daerah-daerah bencana ini juga pasti mereka kesulitan air. Kami akan segera memulai di titik mana kita akan bor nantinya. Dan itu juga akan digunakan oleh mereka secara berkelanjutan setelah bencana ini,” ujarnya.

Sumber : SINDONews Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *