Tuntutan Mahasiswa 27 Agustus di DPR: MBG, Pajak, Upah Buruh, hingga Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News – Gedung DPR/MPR RI kembali menjadi tujuan massa mahasiswa pada Kamis (27/8/2026).

Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) akan menggelar aksi dengan membawa 10 tuntutan yang menyentuh sejumlah persoalan, mulai dari kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi masyarakat, hingga pemberantasan korupsi.

Aksi yang mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia itu dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.

Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap DPR, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

“Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI,” kata Mixel dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

GERAM memperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil akan mengikuti aksi tersebut.

Massa berasal dari sejumlah organisasi, di antaranya UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat, Serikat Tahanan Politik, serta organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat sipil lainnya.

Selain menyampaikan tuntutan, mahasiswa meminta pimpinan DPR RI hadir langsung menemui mereka untuk berdialog.

“Kami menuntut Ketua dan Wakil Ketua DPR RI hadir langsung menemui massa aksi untuk berdialog secara nyata dan setara, bukan sekadar respons simbolis,” ujar Mixel.

Tuntutan demo
Berikut 10 tuntutan yang akan dibawa GERAM dalam aksi di depan Gedung DPR/MPR RI:

  1. Minta Prabowo-Gibran diadili

GERAM menempatkan tuntutan pertanggungjawaban terhadap Prabowo-Gibran sebagai salah satu agenda utama.

Mereka meminta adanya pertanggungjawaban politik dan hukum atas kebijakan yang menurut mereka berpotensi memperluas militerisme, melemahkan demokrasi, dan memperlebar ketimpangan ekonomi.

  1. Hentikan KDMP dan MBG
Baca Juga :  KSAD Jenderal Maruli Targetkan Pembangunan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan.

Mahasiswa meminta kedua program tersebut dihentikan dan dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait penggunaan anggaran, transparansi, serta dugaan potensi patronase politik.

  1. Tolak pajak yang membebani rakyat

GERAM mempersoalkan kebijakan perpajakan yang dinilai semakin menekan masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja.

Mereka mendorong perubahan arah kebijakan pajak agar lebih progresif, dengan beban lebih besar diberikan kepada kelompok pemilik modal.

  1. Pendidikan dan kesehatan gratis

Persoalan layanan dasar turut masuk dalam daftar tuntutan.

Mahasiswa meminta pendidikan dan kesehatan dapat diakses secara gratis, berkualitas, dan berbasis keilmuan.

Mereka juga menolak komersialisasi pendidikan tinggi serta pemangkasan anggaran yang berkaitan dengan layanan dasar masyarakat.

  1. Harga kebutuhan pokok turun, upah buruh naik

Tuntutan berikutnya menyasar kondisi ekonomi masyarakat.

GERAM meminta pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan buruh mendapatkan penghasilan yang layak.

Dengan tuntutan ini, mahasiswa menyoroti dua sisi persoalan ekonomi sekaligus: daya beli masyarakat dan kesejahteraan pekerja.

  1. Bencana Sumatera dan NTT ditetapkan sebagai bencana nasional

Penanganan bencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menjadi perhatian mahasiswa.

GERAM meminta bencana di wilayah tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. Mereka juga mendorong pengerahan bantuan secara lebih luas serta percepatan proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

  1. Hak pekerja rumah tangga dipenuhi

Pekerja rumah tangga (PRT) juga masuk dalam agenda tuntutan.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026 di Jakarta

GERAM meminta adanya perlindungan hukum yang lebih efektif bagi PRT, termasuk jaminan upah layak dan pengaturan jam kerja yang manusiawi.

  1. Demiliterisasi dan pembangunan batalyon dihentikan

GERAM menolak perluasan peran militer ke ranah sipil.

Mereka mendesak pemerintah menjalankan demiliterisasi serta menghentikan pembangunan batalyon yang dinilai memperluas ruang militer di tengah kehidupan masyarakat.

Mahasiswa menegaskan prinsip supremasi sipil harus tetap menjadi pijakan.

  1. Hentikan kriminalisasi aktivis

GERAM juga meminta kriminalisasi terhadap aktivis dihentikan.

Mereka menyoroti penanganan terhadap pegiat HAM, agraria, buruh, serta masyarakat yang menyampaikan pendapat dalam ruang demokrasi.

Selain itu, mereka meminta seluruh tahanan politik dibebaskan.

  1. Sita aset hasil korupsi

Tuntutan terakhir berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

GERAM meminta aset hasil korupsi disita dan pelaku korupsi tetap diproses secara hukum.

Aset yang berhasil dirampas, menurut tuntutan mereka, selanjutnya dialokasikan untuk kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Pimpinan DPR Diminta Turun
Di luar 10 tuntutan tersebut, GERAM secara khusus meminta pimpinan DPR tidak hanya memberikan tanggapan melalui pernyataan atau perwakilan.

Ketua dan Wakil Ketua DPR diminta turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog.

GERAM bahkan menyiapkan aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan dialog tersebut tidak dipenuhi.

“Jika pimpinan DPR RI tidak bersedia membuka ruang dialog, kami menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan kami siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan yang jauh lebih besar,” kata Mixel.

Sumber : kompas.com

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB