
Supersemar News – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merombak susunan Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Dua kader Partai Gerindra, Ade Abdul Rochim dan Aqila Rahmani, diangkat sebagai anggota komisaris, menandakan pengaruh kuat partai pimpinan Presiden Prabowo Subianto di perusahaan BUMN ini.
Meskipun posisi Komisaris Utama/Independen tetap dijabat Heru Winarko, susunan anggota Dewan Komisaris lainnya mengalami perombakan total.
Selain Ade Abdul Rochim, yang diangkat sebagai Komisaris, dan Aqila Rahmani, yang menjabat sebagai Komisaris Independen, susunan baru mencakup Hasby Muhammad Zamri sebagai Komisaris, serta Muhammad Harrirar Syafar dan Muhammad Abdullah Syukri sebagai Komisaris Independen.
Latar Belakang Kader Gerindra
Ade Abdul Rochim, kader Gerindra, sebelumnya mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pesisir Barat pada Pilkada 2024, berpasangan dengan Septi Heri Agusnaeni.
Didukung oleh Partai NasDem dan Gerindra, perjuangannya kandas di ajang tersebut.
Ia juga dikenal sebagai pengusaha dan pernah menjabat sebagai Staf Khusus Sekjen Gerindra Ahmad Muzani serta Komisaris PT Pelindo Solusi Logistik.
Sementara itu, Aqila Rahmani, politisi muda Gerindra, gagal meraih kursi DPRD Provinsi DKI Jakarta pada Pemilu 2024 di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 2.
Meski tidak berhasil di ajang legislatif, Aqila tersebut kini mendapat posisi strategis sebagai Komisaris Independen Waskita Karya, dan menambah deretan “Srikandi BUMN”.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyebut perubahan susunan pengurus sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan mendukung transformasi bisnis perusahaan.
โPerubahan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Waskita untuk memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan sinergi, sekaligus memastikan pemulihan kinerja keuangan,โ ujar Ermy di Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.
Pengangkatan dua kader Gerindra ini mencerminkan tren penempatan figur politik dari partai penguasa di BUMN, sejalan dengan pengaruh Gerindra pasca-kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Sementara itu, susunan Direksi Waskita Karya mengalami sedikit perubahan.
Jajaran direksi masih dipimpin Muhammad Hanugroho sebagai Direktur Utama, didampingi Wiwi Suprihatno (Direktur Keuangan), Rudi Purnomo (Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital), Ari Asmoko (Direktur Operasi I), dan Dhetik Ariyanto (Direktur Operasi II).
Namun, nama Anton Rijanto yang sebelumnya menjabat Direktur Risk Management, Legal dan QHSE kini tak lagi tercantum.
Perombakan ini diharapkan memperkuat posisi Waskita dalam mengelola 48 proyek infrastruktur, termasuk gedung, konektivitas, dan sumber daya air, sambil melanjutkan restrukturisasi keuangan melalui Master Restructuring Agreement (MRA) senilai Rp31,65 triliun.
(arahpena.com)
(Lilis Susanti)