Bareskrim Ungkap Praktik LPG Oplosan di Karawang dan Semarang

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 18:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bareskrim Polri tunjukkan barang bukti LPG oplosan hasil penyelewengan di Karawang dan Semarang, termasuk tabung Bright Gas dan LPG 3 kg.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan LPG subsidi di Karawang dan Semarang yang dilakukan langsung oleh pangkalan gas.

Modus Operandi Terungkap

Direktur Tindak Pidana Tertentu, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, mengungkap pangkalan memindahkan isi tabung LPG 3 kg ke tabung non-subsidi untuk dijual dengan harga lebih tinggi.

“Biasanya konsumen yang memindahkan isi tabung, tapi ini dilakukan oleh pangkalan langsung,” tegasnya saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Senin (5/5/2025).

Dampak bagi Masyarakat

Selain merugikan negara, praktik ini menyebabkan kelangkaan LPG bersubsidi di sekitar lokasi penyimpangan.

“Kami mendapat info karena masyarakat mengeluh langka gas di sekitar pangkalan,” ujar Nunung.

Dua Kasus, Empat Tersangka

Kasus pertama tercatat dalam Laporan Polisi No. 42 tanggal 16 April 2025 di Karawang, dengan satu tersangka: TN alias E.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Kasus kedua, Laporan Polisi No. 46 tanggal 30 April 2025 di Semarang, menyeret tiga tersangka: FZSW alias A, DS, dan KKI.

Barang Bukti Disita

Di Karawang, polisi menyita 386 tabung gas, 20 regulator, ember, buku catatan, satu HP Vivo Y22, dan mobil pickup.

Sementara di Semarang, disita 4.109 tabung gas berbagai ukuran, selang, segel palsu, es batu, timbangan, HP, truk, dan dua mobil pickup.

Baca Juga :  6 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata di Usia 40an, Satu di Asia Tenggara

Kerugian Capai Miliaran

Menurut Nunung, tersangka di Karawang meraup untung hingga Rp1,27 miliar per tahun. Sedangkan kerugian negara di Semarang diperkirakan mencapai Rp5,6 miliar.

“Ini bukan sekadar untung pelaku, tapi bentuk kehilangan subsidi yang mestinya untuk rakyat,” imbuhnya.

Ancaman Hukuman

Para pelaku dijerat Pasal 40 ayat (9) UU No. 6/2023 tentang perubahan UU Cipta Kerja, serta Pasal 55 UU No. 22/2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru