KDM Tegas Normalisasi Sungai PJT, Bongkar Bangunan Ilegal

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Normalisasi sungai tidak boleh terhambat hanya karena bangunan tanpa izin. Demi kepentingan rakyat dan pencegahan banjir, PJT harus dikembalikan ke fungsi semestinya,” tegas Kang Dedi Mulyadi saat bersitegang dengan pemilik bangunan di lokasi proyek normalisasi sungai Perum Jasa Tirta (PJT) Karawang.

SUPERSEMAR NEWS – Karawang.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali menunjukkan ketegasan dalam menegakkan tata kelola lingkungan di Karawang. Ia meninjau langsung proyek normalisasi sungai milik Perum Jasa Tirta (PJT) yang sempat tersendat akibat keberadaan bangunan di atas lahan pengairan.

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai secara optimal serta mencegah potensi banjir yang kerap mengancam kawasan pertanian sekitar. Menurut KDM, normalisasi sungai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan bencana dan pemulihan ekosistem air di Jawa Barat.

Fokus Utama: Kepentingan Publik di Atas Segalanya

Dalam peninjauan di lapangan, KDM menyampaikan bahwa kepentingan masyarakat luas, khususnya petani, harus didahulukan. Puluhan hektare sawah di sekitar sungai terancam gagal tanam akibat luapan air.

“Fungsi sungai ini harus dikembalikan. Kalau tidak, sawah petani bisa gagal panen. Tidak boleh ada bangunan di sepadan sungai tanpa izin,” tegas KDM.

Ia menegaskan bahwa bangunan tanpa IMB di lahan PJT merupakan pelanggaran hukum, dan pembongkaran harus dilakukan agar alat berat bisa segera bekerja memperlebar sungai hingga 14 meter, sesuai rencana normalisasi.

Baca Juga :  Dua Siswi Kalteng Bikin Heboh : Air Gambut Disulap Jadi Listrik, Berpotensi Dikembangkan ke Pasar Nasional

Pendekatan Solutif: Bantu Warga yang Terdampak

Meski tegas, KDM tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Ia memberikan bantuan dana kontrakan bagi empat keluarga yang selama ini tinggal dan berusaha di atas lahan milik PJT.

Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk tetap mengutamakan sisi sosial, sekaligus mempercepat pengerjaan proyek.
“Kami bantu dulu supaya mereka bisa pindah dengan tenang, alat berat harus segera kerja, jangan tunggu banjir datang baru bertindak,” ujarnya.

Konfrontasi di Lapangan: Legalitas Disorot Tajam

Ketegangan sempat terjadi saat penyewa bangunan menuntut pemberitahuan resmi sebelum pembongkaran. KDM menanggapi dengan pertanyaan balik soal legalitas pendirian bangunan tersebut.

“Sudah punya izin belum mendirikan di tanah PJT? Kalau tidak, berarti pelanggaran. Demi rakyat banyak, proyek ini harus jalan,” tegasnya lagi.

Sikap tersebut mendapat dukungan masyarakat sekitar yang selama ini terdampak banjir tahunan. Mereka berharap langkah ini benar-benar bisa menjadi solusi permanen bagi masalah genangan air di Karawang.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja Lokal

KDM juga menambahkan bahwa proyek ini akan menyerap tenaga kerja lokal. Sedikitnya 70 pekerja akan direkrut untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Selain mencegah banjir, proyek ini juga membuka lapangan kerja. Jadi manfaatnya langsung dirasakan warga,” kata KDM.

Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Jawa Barat, di mana KDM turut mengawasi proyek pemeliharaan jalan provinsi di Garut demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Langkah Strategis untuk Lingkungan dan Rakyat

Melalui program normalisasi sungai PJT, KDM menegaskan bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PJT, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya air.

Langkah KDM ini menjadi contoh kepemimpinan yang tegas namun solutif, dengan mengedepankan ketertiban tata ruang, kepastian hukum, dan perlindungan ekosistem.

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru