
Palangka Raya,Supersemar News-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) menerapkan inovasi rumah amfibi di Desa Tewang Panjang 13/11/2026 Kecamatan Katingan Tengah, melalui pelaksanaan Program PM BEM, program resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek) yang dirancang untuk memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Program ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mitigasi Banjir melalui Pelatihan dan Penerapan Rumah Amfibi Ark’a Modulam Type Alt 3 Pola A–2.1” dan berfokus pada penerapan teknologi hunian adaptif bagi masyarakat di wilayah rawan banjir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan sistem fondasi rumah yang dapat mengapung mengikuti kenaikan air dan kembali menapak saat air surut.
Kolaborasi antara BEM FH dan BEM Teknik UPR menghadirkan pendekatan lintas disiplin. Mahasiswa Teknik memberikan pendampingan teknis terkait perakitan konstruksi dan mekanisme daya apung, sementara mahasiswa Hukum mendukung penguatan kelembagaan masyarakat serta aspek kesadaran hukum dalam upaya mitigasi bencana.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. Program seperti ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Palangka Raya tidak hanya berprestasi di kampus, tetapi juga mampu membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Beliau menambahkan harapannya terhadap keberlanjutan program.
“Harapan saya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru, membuka kesadaran bersama, dan menjadi langkah awal menuju pembangunan masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan potensi bencana.
Semoga kerja sama antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin,” tambahnya.
Selain penerapan teknologi, mahasiswa turut memfasilitasi pembentukan Organisasi Pemuda Tanggap Bencana Desa Tewang Panjang yang akan diformalkan oleh pemerintah desa. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah pemuda desa dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana.
Sekretaris Desa Tewang Panjang, Manuel Mangundap, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami cara menghadapi banjir serta mengenal inovasi rumah amfibi sebagai solusi hunian adaptif. Kami melihat antusiasme warga yang tinggi dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.
Terima kasih kepada seluruh tim mahasiswa yang telah berkontribusi nyata bagi kemajuan Desa Tewang Panjang. Salam dari kami Pemerintah Desa Tewang Panjang,” ujarnya.
Penerapan teknologi rumah amfibi tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan hunian yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan kondisi geografis masyarakat bantaran sungai.
Program PM BEM KemendiktiSaintek yang dijalankan UPR ini menunjukkan bagaimana inovasi mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat rawan bencana di Kalimantan Tengah.(RH)
