
SAMPIT, Supersemar News – Proyek pembangunan sirkuit balap motor yang berlokasi di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dibangun dengan anggaran (Rp25 miliar) kini menjadi bangunan terbengkalai.
Pembangunan sirkuit tersebut ditargetkan akan rampung pada tahun 2020 silam, namun ternyata muncul kendala sehingga pembangunan sirkuit ini belum tuntas sampai saat ini.
Diketahui proyek tersebut dibangun dengan sistem pembiayaan tahun jamak selama tiga tahun anggaran di masa kepemimpinan mantan Bupati Kotim Supian Hadi , merupakan proyek terlantar dan bermasalah sehingga magkrak hingga sekarang.
Adapun pembangunan sirkuit tersebut dibagi menjadi lima pengerjaan utama yakni lintasan, tribun, pit stop, rumah generator set dan rumah jaga. Namun sangat disayangkan, ketika dikunjungi tim Supersemar pada Selasa (29/01/2026), terpantau kondisi sirkuit itu kini terlihat tidak terawat dan terkesan terlantar.
Adanya mega proyek yang mangkrak tersebut sejumlah masyarakat dan pembalap mempertanyakan kejelasan dari sirkuit yang terbengkalai tersebut.
Salah satunya adalah Abdi yang merupakan pembalap motor asal Kota Sampit, dirinya mempertanyakan dan mengkritisi kinerja pemerintah daerah yang telah menghabiskan anggaran sebesar (Rp 25 Milliar) hanya untuk membangun sirkuit yang berakhir terbengkalai.
“Saya rasa dan meyakini proyek pembangunan sirkuit ini hanyalah sebatas pemenuhan janji politik pemimpin saat itu, sehingga terkesan main-main yang menimbulkan berbagai masalah,” ungkapnya, Kamis (29/01/2026).
Dirinya juga melanjutkan bahwa dalam kasus ini pemerintah daerah harus bertanggungjawab penuh dikarenakan mega proyek pembagunan sirkuit roadrace itu dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kotim.
“Mestinya pemerintah daerah dapat mempertanggungjawabkan terkait mega proyek yang menghabiskan anggaran negara sebesar 25 Miliar itu dan sekarang menjadi bangunan terbengkalai,” pungkasnya.
