SupersemarNews Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar di tengah tingginya mobilitas pascalibur Idul Fitri.Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, skema one way nasional akan diberlakukan, terutama pada jalur-jalur utama yang mengarah ke wilayah barat Pulau Jawa. Berdasarkan proyeksi, sekitar 66 persen kendaraan akan menuju jalur Trans Jawa, sementara 33 persen lainnya mengarah ke wilayah Jawa Barat.

Selain penerapan sistem satu arah, ruas Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) juga akan difungsikan secara penuh, mulai dari Sadang hingga Setu. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan di ruas tol utama.

Di samping itu, rekayasa lalu lintas lain seperti contraflow dan pengalihan arus juga akan diterapkan, baik di jalan tol maupun di jalur arteri.

Polri mengimbau masyarakat agar tidak terpusat melakukan perjalanan balik pada 24 Maret. Dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA), pemudik diharapkan dapat mengatur waktu kepulangan secara lebih fleksibel, yakni pada periode 25 hingga 27 Maret 2026, guna menghindari kepadatan lalu lintas.

Sebagai langkah antisipatif, Polri juga menyiapkan opsi perpanjangan penerapan skema one way hingga 26 Maret atau lebih lama, bergantung pada kondisi di lapangan. Kebijakan tersebut akan disesuaikan secara dinamis demi menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa arus balik.

Sumber: Divisi Humas Polri