
MEDAN, Supersemar News – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang setelah KA Putri Deli bertabrakan dengan truk pasir di perlintasan tanpa palang di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026).
Insiden tersebut menewaskan sopir truk, melukai masinis dan seorang penumpang, serta menyebabkan lokomotif mengalami kerusakan hingga sebagian roda keluar dari rel.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, kecelakaan juga berdampak pada operasional sejumlah perjalanan kereta.
“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan dan kelambatan perjalanan yang dialami akibat kejadian ini,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI Divre I Sumatera Utara memberikan service recovery kepada seluruh penumpang yang terdampak keterlambatan.
Kronologi Kecelakaan
Sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di perlintasan sebidang tanpa palang di Sergai.
Kasi Humas Polres Serdang Bedagai AKP Bringin Jaya mengatakan, truk dump yang dikemudikan Busito melaju dari arah Tangkahan Galian C Kelurahan Simpang Tiga Pekan menuju jalan besar.
Saat melintas di perlintasan, Busito diduga tidak memperhatikan KA Putri Deli yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.
“Akibatnya, terjadi benturan/tabrakan antara bagian depan KA Putri Deli dengan bagian bak samping kiri mobil dump truk,” ujar Bringin
Busito meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, seorang penumpang bernama Viona mengalami luka bakar setelah gelas berisi air panas yang dipegangnya tumpah akibat benturan.
“Viona mengalami luka bakar air panas akibat tabrakan dan berobat di RSU Melati Perbaungan,” kata Bringin.
Berdasarkan data KAI Divre I Sumatera Utara, masinis juga mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Kereta Alami Kerusakan
Akibat tabrakan tersebut, satu as roda lokomotif dan satu as roda kereta bagasi anjlok sehingga perjalanan kereta tidak dapat dilanjutkan.
KAI kemudian mengirim lokomotif pengganti dan kereta penolong dari Stasiun Medan untuk melakukan evakuasi.
Pada pukul 19.04 WIB, kedua as roda yang anjlok berhasil dinaikkan kembali ke rel setelah proses penanganan selesai.
Untuk mengantisipasi gangguan perjalanan, KAI juga mengalihkan 630 penumpang KA U98 Putri Deli menggunakan 10 unit bus dari Stasiun Lubuk Pakam menuju Stasiun Perbaungan agar dapat melanjutkan perjalanan dengan rangkaian KA U97 Putri Deli.
Sementara itu, 550 penumpang KA U97 Putri Deli tujuan Medan juga diangkut menggunakan bus menuju stasiun tujuan masing-masing.
Sumber : Kompas.com
