SUPERSEMAR NEWS, AMUNTAI — Dinamika politik internal Partai Demokrat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, memasuki babak baru menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat HSU periode 2026–2030.

Ketua DPC Partai Demokrat HSU Romeir Emma Ramadayanti Rivilla memastikan dirinya kembali mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPC untuk periode mendatang. Langkah tersebut, menurut Emma, dilakukan setelah memperoleh permintaan dan dukungan dari seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat di HSU.

Dukungan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses konsolidasi internal Partai Demokrat HSU. Terlebih, posisi Ketua DPC memiliki peran strategis dalam menjaga soliditas organisasi, memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan, serta menentukan arah konsolidasi politik Demokrat di daerah.

Informasi mengenai kepengurusan Partai Demokrat HSU juga tercatat dalam portal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data pemutakhiran partai politik mencantumkan Romeir Emma Ramadayanti Rivilla sebagai Ketua DPC Partai Demokrat HSU, dengan kepengurusan yang ditetapkan melalui SK DPP Partai Demokrat Nomor 109/SK/DPP.PD/DPC/VI/2022. Data tersebut mencatat DPC Partai Demokrat HSU memiliki 85 pengurus dengan keterwakilan perempuan sebesar 37,65 persen.

Seluruh PAC Beri Dukungan kepada Emma Rivilla

Dukungan terhadap Emma Rivilla disebut datang dari seluruh PAC Partai Demokrat yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Babirik, Mustainah, menyampaikan bahwa dirinya bersama PAC lainnya meminta Emma kembali memimpin DPC Partai Demokrat HSU.

Menurut Mustainah, dukungan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Ia menilai Emma memiliki gaya kepemimpinan yang mampu membangun kenyamanan di internal organisasi sekaligus menjaga komunikasi dengan para pengurus di tingkat kecamatan.

Kami meminta agar Ibu Emma untuk memimpin kami lagi di DPC Partai Demokrat HSU. Selama ini Ibu Emma berjuang membesarkan Partai Demokrat dengan gaya kepemimpinan yang sangat nyaman bagi kami,” kata Mustainah, Selasa (11/8/2026).

Mustainah juga menyebut Emma tidak jarang menggunakan dana pribadi untuk membantu kelancaran kegiatan partai.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam membaca alasan dukungan PAC. Sebab, dukungan organisasi politik di tingkat bawah tidak hanya berkaitan dengan popularitas figur, tetapi juga menyangkut hubungan kerja, komunikasi internal, kemampuan menggerakkan struktur, serta konsistensi kepemimpinan.

Namun demikian, klaim mengenai penggunaan dana pribadi tersebut merupakan pernyataan Mustainah dan perlu dipahami sebagai keterangan narasumber. SUPERSEMAR NEWS tidak menemukan dokumen independen yang mengaudit atau memverifikasi jumlah maupun penggunaan dana pribadi tersebut.

Emma Rivilla Tegaskan Maju atas Permintaan PAC

Terpisah, Emma Rivilla membenarkan bahwa dirinya telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat HSU untuk periode 2026–2030.

Emma mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan permintaan serta dukungan dari seluruh PAC Partai Demokrat HSU.

Atas permintaan dan dukungan seluruh PAC Partai Demokrat HSU, maka saya dengan mengucapkan bismillah maju pada Muscab pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Hulu Sungai Utara periode 2026–2030,” ujar Emma.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pencalonan Emma bukan sekadar keputusan personal. Dalam narasi yang disampaikan, terdapat dukungan dari struktur PAC yang menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi.

Meski demikian, dukungan PAC tidak otomatis berarti Emma telah ditetapkan sebagai Ketua DPC periode 2026–2030. Penetapan ketua tetap harus mengikuti mekanisme Muscab dan aturan organisasi Partai Demokrat yang berlaku.

Dengan kata lain, dukungan politik internal perlu dibedakan dari keputusan final organisasi.

Muscab Menjadi Arena Penentuan Kepemimpinan

Muscab Partai Demokrat HSU periode 2026–2030 akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam konteks organisasi partai politik, pergantian atau perpanjangan kepemimpinan DPC bukan sekadar persoalan pergantian nama ketua. Muscab juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja kepengurusan, konsolidasi kader, penguatan PAC, serta persiapan menghadapi agenda politik berikutnya.

Karena itu, dukungan seluruh PAC kepada seorang kandidat memiliki arti strategis. PAC merupakan struktur organisasi di tingkat kecamatan yang bersentuhan lebih dekat dengan kader dan basis politik di lapangan.

Hulu Sungai Utara sendiri memiliki 10 kecamatan. Data Pemerintah Kabupaten HSU mencatat wilayah tersebut meliputi Danau Panggang, Paminggir, Babirik, Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Banjang, Amuntai Utara, dan Haur Gading.

Kondisi tersebut membuat konsolidasi PAC menjadi faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam membaca dinamika internal Partai Demokrat HSU.

Bukan Sekadar Pencalonan, tetapi Ujian Konsolidasi

Jika dukungan seluruh PAC benar-benar solid hingga pelaksanaan Muscab, pencalonan Emma Rivilla akan memiliki modal organisasi yang cukup kuat.

Akan tetapi, dinamika politik internal tetap dapat berubah sampai forum Muscab berlangsung.

Dalam politik organisasi, dukungan yang disampaikan sebelum forum resmi belum tentu identik dengan keputusan akhir. Karena itu, tahapan berikutnya menjadi penting untuk melihat apakah dukungan tersebut tetap bertahan ketika seluruh mekanisme Muscab dijalankan.

Di sinilah kualitas konsolidasi akan diuji.

Emma tidak hanya dituntut mempertahankan dukungan, tetapi juga menjelaskan agenda kepemimpinan untuk periode 2026–2030. Publik dan kader tentu membutuhkan gambaran yang lebih konkret mengenai arah Partai Demokrat HSU apabila dirinya kembali dipercaya memimpin.

Pertanyaan berikutnya bukan hanya siapa yang didukung, melainkan apa program yang akan dibawa, bagaimana struktur PAC diperkuat, bagaimana kaderisasi dijalankan, serta bagaimana Partai Demokrat HSU meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.

Dengan demikian, Muscab tidak semestinya berhenti pada pertarungan figur.

Rekam Jejak Politik Emma Rivilla

Nama Romeir Emma Ramadayanti Rivilla bukan figur yang sama sekali baru dalam politik Kalimantan Selatan.

Data KPU mengenai hasil Pemilu 2024 mencatat Emma Rivilla sebagai salah satu calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Partai Demokrat. Dalam dokumen tersebut, Emma memperoleh 981 suara dan berada pada peringkat keempat di antara calon Partai Demokrat pada dapil tersebut.

Data tersebut memberikan konteks bahwa Emma telah memiliki pengalaman dalam kontestasi politik elektoral.

Namun, pengalaman sebagai calon legislatif dan pengalaman memimpin organisasi partai merupakan dua hal yang berbeda. Kepemimpinan DPC membutuhkan kemampuan mengelola struktur, membangun komunikasi antarkader, menjaga soliditas, serta menyusun strategi organisasi.

Karena itu, Muscab 2026 akan menjadi momentum untuk menguji sejauh mana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan organisasi yang efektif.

Tantangan Partai Demokrat HSU ke Depan

Dukungan PAC dapat menjadi modal awal. Akan tetapi, mempertahankan soliditas organisasi merupakan tantangan yang jauh lebih besar.

Partai Demokrat HSU harus mampu menjaga komunikasi dari tingkat DPC hingga PAC. Struktur partai juga perlu memastikan kader memiliki ruang untuk berkembang dan memperoleh kesempatan berkontribusi.

Selain itu, kepemimpinan periode 2026–2030 akan berhadapan dengan tuntutan politik yang semakin dinamis.

Partai tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Mesin politik harus mampu bekerja bersama masyarakat melalui kegiatan sosial, penguatan kader, komunikasi publik, serta penyusunan program yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Dalam konteks HSU, pendekatan tersebut menjadi penting karena karakter wilayah dan masyarakatnya memiliki kebutuhan yang beragam. Data resmi Pemerintah Kabupaten HSU menunjukkan bahwa kabupaten tersebut memiliki luas wilayah lebih dari 900 kilometer persegi dan terdiri atas 10 kecamatan.

Karena itu, kepemimpinan DPC membutuhkan kemampuan membaca persoalan di berbagai wilayah, bukan hanya berkonsentrasi pada pusat pemerintahan di Amuntai.

Dukungan PAC Harus Berujung pada Program Nyata

Dukungan politik akan memiliki nilai lebih apabila diterjemahkan menjadi agenda organisasi yang jelas.

Kader Partai Demokrat HSU membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat struktur tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat. PAC juga membutuhkan komunikasi yang terbuka agar persoalan di tingkat kecamatan dapat diteruskan kepada DPC dan memperoleh tindak lanjut.

Karena itu, apabila Emma Rivilla kembali mendapatkan mandat, tantangan pertama yang harus dijawab adalah bagaimana menjaga konsistensi dukungan tersebut setelah Muscab selesai.

Kepemimpinan yang kuat bukan hanya terlihat ketika proses pemilihan berlangsung. Kualitas kepemimpinan justru terlihat setelah mandat diberikan.

Seorang ketua DPC harus mampu merangkul kelompok yang mendukung maupun yang memiliki pandangan berbeda. Dengan demikian, kontestasi Muscab tidak meninggalkan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu kerja organisasi.

Transparansi dan Mekanisme Organisasi Tetap Penting

Dinamika pencalonan Ketua DPC Partai Demokrat HSU perlu ditempatkan dalam kerangka organisasi yang sehat.

Dukungan PAC harus dihormati sebagai aspirasi internal. Namun, proses pengambilan keputusan tetap harus berlangsung sesuai aturan Muscab dan ketentuan organisasi Partai Demokrat.

Hal tersebut penting untuk menjaga legitimasi kepemimpinan yang lahir dari forum resmi.

Terlebih, masyarakat kini semakin kritis terhadap proses politik. Publik tidak hanya melihat siapa yang menang, tetapi juga bagaimana proses tersebut berlangsung.

Karena itu, transparansi tahapan Muscab, kejelasan mekanisme pencalonan, serta penghormatan terhadap keputusan forum menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan kader dan masyarakat.

HSU Menunggu Arah Baru Demokrat

Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki posisi penting dalam peta politik lokal Kalimantan Selatan. Karena itu, kepemimpinan Partai Demokrat di daerah tersebut tidak hanya berdampak terhadap internal partai.

Setiap keputusan organisasi pada akhirnya akan berkaitan dengan cara partai membangun komunikasi politik dengan masyarakat.

Data resmi Pemerintah Kabupaten HSU menunjukkan bahwa Amuntai menjadi pusat pemerintahan daerah. Pemerintah Kabupaten HSU juga menyediakan portal informasi publik dan data daerah yang dapat menjadi rujukan masyarakat dalam memahami perkembangan wilayah.

Dalam situasi tersebut, Partai Demokrat HSU dituntut memiliki kepemimpinan yang mampu membaca kebutuhan masyarakat secara objektif.

Jika Emma Rivilla benar-benar kembali mendapatkan mandat, periode 2026–2030 harus menjadi kesempatan untuk memperkuat organisasi, memperluas kaderisasi, dan meningkatkan kerja politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sebaliknya, apabila muncul kandidat lain, persaingan harus tetap berlangsung secara sehat dan sesuai aturan organisasi.

Seluruh PAC Dukung, Kini Tinggal Menunggu Muscab

Pencalonan kembali Romeir Emma Ramadayanti Rivilla sebagai Ketua DPC Partai Demokrat HSU kini menjadi salah satu dinamika politik lokal yang patut diperhatikan.

Dukungan seluruh PAC, sebagaimana disampaikan Mustainah dan dikonfirmasi Emma, menjadi modal politik sekaligus modal organisasi bagi pencalonan tersebut.

Namun, dukungan itu belum menjadi keputusan final.

Muscab periode 2026–2030 akan menjadi forum yang menentukan siapa yang akan mendapatkan mandat untuk memimpin Partai Demokrat HSU.

Bagi Emma Rivilla, dukungan PAC memberikan peluang besar untuk melanjutkan kepemimpinan. Namun, peluang tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar.

Jika kembali dipercaya, ekspektasi kader akan meningkat. Dukungan yang diberikan PAC harus dijawab dengan kinerja organisasi yang terukur, komunikasi yang terbuka, kaderisasi yang berkelanjutan, serta program yang mampu memperkuat kehadiran Partai Demokrat di tengah masyarakat.

Dengan demikian, inti persoalan Muscab Demokrat HSU bukan semata-mata tentang siapa menjadi ketua, tetapi juga ke mana Partai Demokrat HSU akan dibawa selama empat tahun ke depan.

Untuk saat ini, satu hal telah menjadi perhatian utama: Romeir Emma Ramadayanti Rivilla menyatakan kembali maju sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat HSU periode 2026–2030 setelah mengaku mendapat dukungan dan permintaan dari seluruh PAC.

Selanjutnya, forum Muscab yang akan menentukan apakah dukungan tersebut berujung pada mandat kepemimpinan baru bagi Emma Rivilla.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
Editor : Sangga Buana
Sumber : Keterangan Narasumber, Data KPU, dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara; diolah SUPERSEMAR NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *