
JAKARTA, Supersemar News – Survei terbaru Tempo Data Science menyebut mayoritas responden menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini.
“Kalau kita bicara tentang arah perkembangan Indonesia saat ini, mayoritas yaitu 52 persen, itu masih menganggap Indonesia mengarah ke arah yang benar,” kata General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Adapun sebaran daerah yang menilai Indonesia ke arah yang benar ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, dan Maluku.
Sementara itu 41 persen responden menilai Indonesia bergerak ke arah yang salah.
“Daerah-daerah yang lebih dekat dengan kekuasaan, itu optimismenya lebih rendah, mulai dari Banten dan Jakarta,” ungkapnya.
Survei dilakukan pada 31 Juli sampai 11 Agustus 2026 melalui wawancara secara tatap muka di 38 provinsi Indonesia.
Total responden yang diwawancara sebanyak 1.260 orang yang berusia di atas 17 tahun atau yang sudah menikah dengan sampling error-nya di angka 2,9 persen dan tingkat kepercayaan di 95 persen.
Tanggapan pemerintah
Merespons hasil survei tersebut, Deputi I Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, mengatakan hasil survei tersebut menjadi menjadi masukan yang berharga.
Dia memastikan Pemerintah terus mengupayakan kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat.
“Yang dilakukan pemerintahan saat ini adalah melakukan kebijakan-kebijakan fundamental gitu terutama di bidang ekonomi yang mungkin belum langsung terasa dampaknya dalam waktu yang cepat gitu ya di masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian PKB, Najmi Rabbany, mengatakan ukuran keberhasil pemerintah bukan seberapa bagus pemerintah menjelaskan suatu kebijakan, melainkan bagaimana kebijakan tersebut dirasakan masyarakat.
Ia berpendapat, publik tidak memandang sekadar puas atau tidak puas terhadap kinerja pemerintah.
“Skor penilaian 5,8 dari 10 ini tentu angka yang harus kita perhatikan dengan serius. Di sisi lain 52 persen masyarakat masih melihat Indonesia bergerak ke arah yang benar. Bagi saya ini bukan dua hal yang tidak kontradiktif Masyarakat belum kehilangan harapan, tapi masyarakat mulai kehilangan kesabaran. Publik masih memberikan ruang kepada pemerintah tapi itu harus dijawab dengan hasil yang jelas,” jelasnya.
Turut hadir dalam rilis survei tersebut sebagai narasumber antara lain Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (PUSKAPOL) Universitas Indonesia Hurriyah, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.
Adapun perwakilan Pemerintah yang hadir Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie, Direktur Eksekutif bidang Strategi dan Kebijakan Ekonomi Dewan Ekonomi Nasional, Gaffari Ramadhan
Kemudian perwakilan partai politik turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Dedi Sitorus, Wakil Ketua Harian PKB, Najmi Rabbany, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP PKS Haryo Setyoko.
Sumber : kompas.com
