
JAKARTA, Supersemar News – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pesan agar alat dan aparatur negara netral saat pemilihan umum (pemilu).
Ia menegaskan salah satu amanah penting reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan.
“TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu,” kata AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).
AHY menegaskan alat dan aparatur negara adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
Ia lantas menekankan bahwa kekuasaa harus diawasi, hukum harus berlaku adil, korupsi harus dilawan, dan kedaulatan rakyat harus dijaga dan dihormati.
Eks Menteri Agraria dan Tata Ruang itu kemudian menyinggung mengenai zaman yang terus bergerak sehingga tantangan pemerintah dan harapan rakyat juga berubah.
Karena itu, ia kemudian menyampaikan tiga agenda perjuangan yang harus menjadi pedoman kader Demokrat dari pusat hingga daerah.
“Pertama, memajukan ekonomi. Kedua, menegakkan keadilan. Dan ketiga, menjaga demokrasi,” ucapnya.
AHY meminta kader Demokrat sungguh-sungguh mendengarkan persoalan rakyat di berbagai lokasi, baik di kampung-kampung, pasar, tempat kerja, ruang-ruang pertemuan, sampai media sosial.
Putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan saat ini kondisi banyak masyarakat tidak mudah.
Survei-survei nasional juga menunjukkan harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, lapangan pekerjaan, sampai kemiskinan masih jadi perhatian utama rakyat.
Ia menambahkan, kesempatan ekonomi serta kualitas pelayanan dasar belum sama di berbagai wilayah.
“Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya,” pesannya.
Menurut AHY, di balik setiap angka ekonomi ada kehidupan manusia. Lulusan terbaik Akademi Militer pada tahun 2000 itu menegaskan pembangunan harus membuka pusat-pusat pertumbuhan baru, memperluas lapangan pekerjaan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata di seluruh Indonesia.
“Kekayaan sumber daya alam harus kita olah menjadi nilai tambah dan pekerjaan. Tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan,” ucapnya.
Ia mengingatkan, jangan sampai generasi saat ini menikmati pertumbuhan, sementara generasi berikutnya mewarisi kerusakannya.
Sumber : kompas.tv
