
SAMPIT, Supersemar News – Program pengadaan alat berat untuk setiap Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, banyak dari alat berat tersebut terbengkalai dan berubah fungsi menjadi besi tua yang tak berguna.
Pengamat hukum Audy Valent angkat bicara dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelidiki dugaan pemborosan anggaran negara dalam program tersebut.
Pengamat hukum Audy Valent angkat bicara dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelidiki dugaan pemborosan anggaran negara dalam program tersebut.
“Harus meminta APH untuk menelisik uang negara yang dikucurkan dalam program ini. Sebab banyak info dari Masya kalau alat itu disalahgunakan sehingga pada saat ini alat tersebut terbengkalai dan tidak difungsikan, banyak yang rusak karena tidak ada pemeliharaan,” kata Audy, Senin 12 Mei 2025.
Barang milik negara yang seharusnya di fungsikan untuk keperluan suatu daerah untuk memberikan kemajuan baik itu perbaiki jalan, pengairan sungai dan lainnya. Dikabarkan kalau alat itu disewakan sehingga untuk keperluan pribadi dan bahkan ada digunakan untuk menggarap lahan pejabat kecamatan dan desa setempat.
“Infonya alat itu disewakan, dan digunakan menggarap lahan pejabat kecamatan dan desa,” katanya.
Audy menegaskan kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap permasalahan program Alat berat tersebut dan juga permasalahan lainnya yang menjadi keluhan masyarakat Kotim.
“Kami minta pihak Pemkab mengevaluasi permasalahan yang saat ini dikeluhkan masyarakat, Apa yang jadi harapan masyarakat selama ini sudah lepas dari tujuan semula” tuturnya.
(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)