
Wawancara eksklusif KGB anniversary 33 tahun menjadi momentum penting
SUPERSEMAR NEWS – Jakarta, 1 Agustus 2026 – Semangat kebersamaan, olahraga, dan gaya hidup sehat menjadi pesan utama dalam perayaan anniversary ke-33 Kelapa Gading Bikers (KGB) yang digelar di Agreya Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Momentum ini menjadi istimewa karena dihadiri berbagai komunitas pesepeda serta mendapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dikenal aktif dalam kegiatan bersepeda.
Dalam wawancara eksklusif bersama Rifay Marzuki, CEO Faytastic Pro sekaligus Dewan Pembina Supersemar News, dua tokoh senior KGB, Om Benny dan Om Yos, memaparkan perjalanan panjang komunitas tersebut, filosofi kebersamaan, hingga visi membangun regenerasi atlet sepeda nasional.
Perayaan 33 tahun KGB bukan sekadar seremoni ulang tahun. Di balik angka tersebut tersimpan sejarah panjang tentang konsistensi, dedikasi, dan komitmen menjaga budaya bersepeda di Jakarta sejak awal 1990-an.
Paparan Om Benny: 33 tahun adalah bukti konsistensi

Mengawali wawancara, Om Benny menyampaikan salam hangat kepada seluruh anggota komunitas dan masyarakat.
“Baik, selamat pagi, salam sejahtera semuanya,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kegiatan yang digelar hari ini, Om Benny menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan puncak perayaan anniversary ke-33 KGB.
“Hari ini kita kegiatan anniversary ke-33 KGB. Sudah 33 tahun. Dan memang 33 tahun bukan waktu yang sedikit,” katanya.
Menurutnya, usia 33 tahun menunjukkan bahwa KGB telah melewati berbagai fase perkembangan komunitas sepeda di Indonesia. Banyak komunitas lahir dan berkembang, namun tidak semuanya mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kalau kita lihat, KGB termasuk pelopor kegiatan bersepeda. Dulu ada beberapa komunitas lain, tetapi yang paling awet adalah KGB,” jelasnya.
Bagi Om Benny, ketahanan sebuah komunitas bukan hanya ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan oleh kemampuan menjaga semangat kebersamaan.
Mengajak masyarakat kembali berolahraga
Om Benny menegaskan bahwa tujuan utama anniversary kali ini adalah mengajak masyarakat kembali menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup.
“Kita mengajak pesepeda-pesepeda untuk kembali berolahraga. Intinya untuk kesehatan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik. Bersepeda, menurutnya, bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana menikmati kota, mempererat persahabatan, dan menjaga kualitas hidup.
Ia menyebut bahwa banyak anggota KGB telah memasuki usia di atas 60 tahun, namun tetap aktif bersepeda secara rutin.
Kehadiran Gubernur DKI menjadi kehormatan

Salah satu hal yang membuat perayaan kali ini terasa spesial adalah rencana kolaborasi bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Kebetulan hari ini Mas Pram sebagai Gubernur DKI, yang beliau juga aktif di komunitas sepeda, mau berkolaborasi dengan kita. Ini tentunya suatu kehormatan,” ungkap Om Benny.
Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam kegiatan komunitas olahraga memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya bersepeda di Jakarta.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah penting untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi pesepeda.
“Beliau memberi semangat kepada kita semua agar lebih hidup, lebih sehat, dan menikmati suasana Jakarta yang memang sudah lebih baik,” katanya.
Persiapan acara relatif ringan
Ketika ditanya mengenai persiapan acara, Om Benny mengaku bahwa bagi KGB, penyelenggaraan anniversary dalam kota bukanlah tantangan besar.
“Karena kita sudah 33 tahun, kegiatan seperti ini sudah biasa. Ini sesuatu yang kecil,” ujarnya.
Ia kemudian mengenang pengalaman KGB menyelenggarakan berbagai event besar, termasuk gowes Jakarta–Bandung yang membutuhkan manajemen sangat kompleks.
“Tahun-tahun yang lalu kita biasa mengadakan gowes Jakarta–Bandung. Manajemennya luar biasa. Kalau untuk dalam kota, kita anggap latihan biasa,” jelasnya.
Pengalaman panjang itulah yang membuat KGB mampu mengelola acara dengan efisien.
Memilih Sudirman Loop sebagai rute utama
Mengenai pemilihan rute, Om Benny menjelaskan bahwa Sudirman Loop dipilih karena merupakan jalur yang paling populer dan relatif aman.
“Memang rute yang populer sekarang ini Sudirman Loop. Cukup aman, lalu lintas bisa kita atur karena sudah terbiasa dengan lalu lintas sepeda,” paparnya.
Rute tersebut juga memiliki nilai simbolis karena menjadi pusat aktivitas berbagai komunitas olahraga di Jakarta.
Menurutnya, peserta yang memulai dari Kelapa Gading menempuh jarak sekitar 40 kilometer, sedangkan peserta yang hanya mengikuti loop mencapai sekitar 30 kilometer.
Tidak ada kendala berarti
Selama pelaksanaan gowes, Om Benny memastikan bahwa kegiatan berlangsung lancar.
“Obstacle tidak ada. Paling di putaran balik di Penin, tetapi alhamdulillah lancar semuanya. Tidak ada hambatan apa-apa,” katanya.
Kelancaran acara menunjukkan meningkatnya adaptasi pengguna jalan terhadap keberadaan pesepeda di kawasan Sudirman.
Agenda berikutnya: launching jersey 2027
Om Benny mengungkapkan bahwa KGB telah menyiapkan agenda berikutnya, yaitu launching jersey edisi 2027.
“Kita biasa mengadakan launching jersey pada bulan Oktober,” ujarnya.
Peluncuran jersey bukan hanya pergantian desain, tetapi juga menjadi simbol identitas komunitas dan momentum memperkuat solidaritas anggota.
Harapan KGB ke depan
Menutup paparannya, Om Benny menyampaikan harapan agar KGB tetap menjadi rumah bagi pesepeda lintas generasi.
“Kita berharap teman-teman yang usianya sudah di atas 60 tahun tetap bisa memberikan motivasi kepada yang muda-muda. Ini seperti pembibitan,” katanya.
Ia menilai regenerasi merupakan kunci keberlangsungan komunitas.
Dari komunitas menuju atlet nasional
Om Benny mengungkapkan bahwa KGB memiliki kontribusi nyata terhadap pembinaan atlet.
“Kalau kita lihat, ada beberapa atlet nasional yang akhirnya berasal dari KGB,” ujarnya.
Ia mencontohkan KGB Racing, kelompok pembinaan prestasi yang kemudian berkembang menjadi JPC dengan dukungan sponsor yang lebih besar.
“Karena biaya menuju level kontinental cukup tinggi, mereka membentuk grup sendiri yang didukung Polygon dan sponsor lainnya,” jelasnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa komunitas dapat menjadi fondasi lahirnya atlet profesional.
Paparan Om Yos: menjaga semangat dan regenerasi
Dalam sesi terpisah, Om Yos menegaskan bahwa kekuatan utama KGB bukan semata-mata jumlah anggota, melainkan semangat kebersamaan yang terus dipelihara.
Menurutnya, komunitas yang bertahan lebih dari tiga dekade harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Ia menilai perkembangan infrastruktur Jakarta, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap olahraga, dan dukungan pemerintah menjadi peluang besar bagi komunitas sepeda.
Om Yos juga menekankan pentingnya membangun budaya disiplin di jalan.
Bersepeda, menurutnya, harus dilakukan dengan menghormati pengguna jalan lain, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga keselamatan.
Ia berharap anggota muda tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memahami nilai etika dalam bersepeda.
Bagi Om Yos, KGB adalah keluarga besar.
Karena itu, regenerasi harus dilakukan secara alami melalui teladan para senior.
Ia percaya pengalaman anggota senior merupakan aset penting yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
KGB dan masa depan olahraga sepeda Indonesia
Wawancara eksklusif ini menunjukkan bahwa anniversary ke-33 KGB bukan sekadar peringatan usia organisasi.
Di baliknya terdapat visi besar membangun masyarakat yang lebih sehat, kota yang lebih ramah bagi pesepeda, serta ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Paparan Om Benny memperlihatkan pentingnya konsistensi dan manajemen komunitas.
Sementara paparan Om Yos menegaskan bahwa regenerasi dan nilai kebersamaan merupakan fondasi utama keberlangsungan organisasi.
Keduanya sepakat bahwa olahraga sepeda harus menjadi gerakan sosial yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah dinamika Jakarta sebagai kota metropolitan, keberadaan komunitas seperti KGB menjadi pengingat bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemu, berolahraga, dan membangun solidaritas.
Tiga puluh tiga tahun perjalanan KGB menjadi bukti bahwa komunitas yang dibangun di atas semangat persaudaraan dan kesehatan akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.
Dan sebagaimana disampaikan Om Benny, tugas berikutnya adalah memastikan semangat itu diteruskan kepada generasi muda, agar roda kebersamaan terus berputar menuju masa depan yang lebih sehat, lebih inklusif, dan lebih berprestasi.
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
Editor : Sangga Buana
Sumber : wawancara eksklusif Rifay Marzuki, CEO Faytastic Pro sekaligus Dewan Pembina Supersemar News, bersama Om Benny dan Om Yos pada perayaan Anniversary ke-33 KGB di Agreya Coffee, Menteng, Jakarta
