
SAMPIT,Supersemar news – Seorang pria nekat menjual barang hasil curiannya di media sosial facebook dan Apesnya yang membeli pemilik aslinya.
Diketahui, korbannya bernama Supriadi warga kecamatan mentawa baru ketapang gang damai kabupaten kotawaringin timur.
Kronologi bermula saat pelaku tersebut melakukan aksinya mencuri sebuah mesin cuci mobil (jet cleaner) di kediaman supriadi pada jum’at (22/11/2024)sekitar pukul 01.31 wib.
Setelah berhasil menggasak sebuah mesin cuci mobil pelaku tersebut mempostingnya di media sosial facebook untuk di jual.
sementara itu supriadi pemilik mesin Semprot cuci mobil tersebut karena ia merasa baru kehilangan sebuah mesin cuci mobil miliknya, ia berniat ingin membeli kembali mesin cuci mobil tersebut secara online di platform facebook.
awalnya korban tidak menduga mesin cuci mobil yang ingin ia beli ternyata miliknya ,” karena foto yang di posting pelaku beda sama mesin cuci mobil saya.” ujar supri.
namun kecurigaan muncul ketika pelaku mendatangi rumah korban, ingin melakukan transaksi,sesampainya di depan rumah tiba tiba pelaku langsung balik arah.
Sontak supriadi heran kenapa pria tersebut balik arah, dan ia baru menyadarinya bahwa ia baru saja kehilangan mesin cuci mobil miliknya.” jangan jangan itu mesin milik saya,” gerutunya dalam hati.
Tidak tinggal diam,korban bersama adiknya membuat rencana untuk menjebak pelaku. Ia kembali menghubungi pelaku melalui akun Facebook adiknya dan mengatur pertemuan di lokasi berbeda. Pelaku yang tidak menyadari jebakan tersebut akhirnya muncul di lokasi yang disepakati di jalan jembatan kuning.
Setelah bertemu ternyata benar pria ini adalah yang mencuri mesin cuci mobil milik supriadi,
sempat mengelak dan melawan namun ketika korbannya menunjukan bukti rekaman cctv kepada pelaku, akhirnya pria yang mengunakan jaket loreng tersebut tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.
Selain mesin cuci mobil( jet cleaner), pelaku juga sebelumnya sempat menggondol 3 tabung gas lpg 12 Kg milik korban.
Warga yang berada di lokasi turut membantu korban menangkap pelaku. Setelah pria tersebut diamankan, pihak keluarga pelaku datang untuk meminta maaf dan memohon agar kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan saja,dan siap mengganti rugi.

pelaku juga sempat menangis menyesalkan perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulang lagi.
Akhirnya, korban,supriadi memutuskan untuk memaafkan pelaku dan mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. โIni pelajaran bagi semua. Saya berharap pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi,โ tegas Supriadi.
Kasus ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap aksi pencurian, serta pentingnya memanfaatkan teknologi seperti CCTV untuk membantu mengungkap pelaku tindak kejahatan.
editor /red