
BANDUNG, Supersemar News – Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsekal Pertama (Marsma) Irman Fathurrahman, angkat bicara soal reaktivasi Bandara Husein yang sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto.
Reaktivasi itu sudah dibahas dalam pertemuan antara Wamen Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto dengan Wamen PPN/Waka Bappenas RI, Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta pada 25 Mei 2026.
Irman mengatakan, pada intinya pihak Lanud menerima positif reaktivasi Bandara Husein Sastranegara tersebut karena kebijakan itu tentunya demi kemajuan Kota Bandung dan khususnya Provinsi Jawa Barat.
”Untuk kesiapan, kapanpun dibuka, kami siap untuk melaksanakan. Kalau misalnya diperintahkan sekarang buka, kami buka,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

Untuk saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat. Namun, jika surat tersebut sudah diterima, maka pihak Lanud siap untuk melaksanakan instruksi karena sarana dan prasarana juga sudah siap.
”Tergantung dari perintah pimpinan, kalau misalnya dari pimpinan dan suratnya sudah resmi dari Kementerian Perhubungan kemudian melalui Angkatan Udara. Maka, Angkatan Udara akan siap,” kata Irman.
Dia juga memastikan, Bandara Husein Sastranegara masih ideal untuk penerbangan pesawat Airbus maupun Boeing. Bahkan, sampai sekarang masih melaksanakan penerbangan militer dan VVIP, sehingga tidak perlu ada pembenahan sarana dan prasarana.
”Kalau untuk sarana penerbangan sampai sekarang masih bisa dilaksanakan. Kalau misalnya ada paling untuk masalah tata kotanya saja yang perlu diperbaiki,” ucapnya.
Atas hal tersebut dia berharap, jalan ke arah pangkalan maupun ke bandara bisa segera diperbaiki oleh Pemkot Bandung, termasuk akses jalan masuk dan keluar Jalan Tol Pasteur.
”Jalan masuk tol, dan keluar tol dari pasteur sampai memasuki bandara, mudah-mudahan bisa segera perbaiki karena saat ini kalau misalnya hujan terlihat banjir cukup tinggi ya,” kata Irman.
Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar karena jalan tersebut merupakan akses vital menuju Bandara Husein Sastranegara.
”Sudah, kami komunikasi dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu intens,” ucapnya.(*)
