Bicara di Seskoau, KSAL Tegaskan Sinergi Antarmatra jadi Kunci Pertahanan


JAKARTA, Supersemar News – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengingatkan pentingnya keterpaduan kekuatan militer demi menghadapi tantangan zaman yang kian rumit. Ia menegaskan, kolaborasi dan keselarasan antarunsur TNI menjadi faktor krusial dalam merancang sistem pertahanan negara yang tangguh.

‎Hal itu mencuat saat dirinya memberikan pembekalan kepada perwira siswa (pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) angkatan ke-64 di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6).

‎Di hadapan para perwira siswa tersebut, Ali mengupas tuntas strategi pembangunan kekuatan sekaligus pembinaan kemampuan TNI AL. Langkah ini berorientasi pada perwujudan angkatan laut yang modern, memiliki daya gentar kuat di kawasan, serta mampu memproyeksikan kekuatan di tingkat global.

‎“Kita harus memahami bahwa dinamika lingkungan strategis saat ini terus bergerak dinamis, baik di tingkat nasional, regional, maupun global. Kondisi tersebut memicu tantangan pertahanan yang semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan penuh dan sinergi antarmatra sejak dini,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (5/6).

‎Untuk menjawab tantangan tersebut, pertahanan maritim Indonesia harus diperkuat secara komprehensif. Upaya ini wajib mencakup penguatan organisasi, pembinaan personel, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga pembenahan sarana dan prasarana pendukung yang berbasis teknologi terkini.

‎Ali menyebut seluruh elemen tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa adanya keterpaduan yang kuat di lapangan. Seluruh matra harus mampu bergerak bersama dalam satu sistem yang terintegrasi.

‎“Interoperabilitas (kemampuan komunikasi gabungan antarsistem militer) dan sinergitas antarmatra TNI menjadi faktor kunci dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh guna menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” tegas Ali.

‎Di akhir arahannya, Ali berpesan agar seluruh perwira siswa memanfaatkan masa pendidikan ini secara optimal sebagai bekal kepemimpinan di masa mendatang. Ia menuntut para perwira untuk terus mematangkan kapasitas diri dan memperluas cakrawala berpikir.

‎“Saya minta seluruh perwira siswa agar terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan. Jadikan juga kreativitas serta inovasi sebagai bagian dari karakter kepemimpinan militer kalian,” pungkas Ali.

‎Melalui gemblengan di Seskoau ini, para perwira diharapkan mampu bertransformasi menjadi pemimpin yang profesional, visioner, dan adaptif. Langkah ini juga bertujuan mempererat ikatan lembaga antara Seskoau, Seskoal, dan Seskoad demi mencetak kader pemikir pertahanan yang solid bagi Indonesia.

Sumber : Indonesiadefence.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *