
Jika banyak perwira tinggi Polri dikenal karena kiprahnya di bidang reserse atau operasi, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo justru menonjol sebagai spesialis manajemen sumber daya manusia. Pengalamannya memimpin biro SDM di tiga polda berbeda yaitu, Kalimantan Selatan, NTT, dan Sulawesi Utara, menjadi modal penting ketika dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Aceh. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu perwira yang tumbuh melalui jalur pembinaan organisasi dan pengembangan personel Polri.
โโSupersemar News – BRIGJEN Pol Ari Wahyu Widodo, S.I.K. merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia (SDM) dan pembinaan personel. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 kelahiran tahun 1973 ini resmi menjabat Wakapolda Aceh pada April 2025 setelah mendapat promosi pangkat Brigadir Jenderal Polisi.
Penunjukannya sebagai Wakapolda Aceh tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/488/III/KEP/2025 tanggal 12 Maret 2025. Ia menggantikan Brigjen Pol Misbahul Munauwar yang mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.
โBerbeda dengan banyak perwira tinggi yang besar melalui jalur reserse atau kewilayahan, Ari Wahyu Widodo dikenal sebagai perwira yang meniti karier melalui bidang SDM Polri. Pengalamannya mengelola personel di sejumlah polda membuatnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis baik di daerah maupun Mabes Polri.
โRIWAYAT JABATAN
โSalah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kepala Bagian Perawatan Personel (Kabagwatpers) Ro SDM Polda Sumatera Selatan. Pada posisi ini, ia menangani pembinaan karier dan kesejahteraan personel Polri.
Setelah bertugas di Sumatera Selatan, Ari ditarik ke Mabes Polri dan dipercaya menjadi Kepala Bagian Pengakhiran Dinas (Kabagkhirdin) Rowatpers SSDM Polri. Jabatan tersebut berkaitan dengan pembinaan personel yang memasuki masa akhir pengabdian.
โโPada 2019, ia memperoleh promosi menjadi Kepala Biro SDM Polda Kalimantan Selatan. Jabatan ini menempatkannya sebagai pejabat utama yang bertanggung jawab terhadap seluruh manajemen sumber daya manusia di lingkungan Polda Kalsel.
Kariernya kemudian berlanjut di Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Watpers SSDM Polri. Posisi ini memperkuat pengalamannya dalam merumuskan kebijakan strategis terkait pengelolaan personel Polri secara nasional.
โPada 2022, Ari dipercaya menjabat Kepala Biro SDM Polda NTT. Penugasan ini memperlihatkan kepercayaan pimpinan Polri terhadap kemampuannya mengelola organisasi dan personel di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
โโSetelah bertugas di NTT, ia kembali mendapat amanah sebagai Karo SDM Polda Sulawesi Utara. Selama bertugas di Sulut, Ari dikenal fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan pembinaan karier anggota Polri.
โโPada 2024, Ari kembali ke Mabes Polri dan dipercaya menjabat Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi (Kabaganev) Rojianstra SSDM Polri. Jabatan ini menempatkannya pada posisi strategis dalam melakukan evaluasi dan penyusunan perencanaan kebijakan SDM Polri secara nasional.
โโPuncak kariernya sejauh ini terjadi pada Maret 2025 ketika Kapolri menunjuknya sebagai Wakapolda Aceh. Bersamaan dengan promosi jabatan tersebut, Ari Wahyu Widodo juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu.
โDia resmi menjalani serah terima jabatan pada 9 April 2025 di Mapolda Aceh yang dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko.
โโJEJAK KARIER
โโ- โKabagwatpers Ro SDM Polda Sumatera Selatan.
โ- โKabagkhirdin Rowatpers SSDM Polri.
โโKaro SDM Polda Kalimantan Selatan (2019).
โ- โAnalis Kebijakan Madya Bidang Watpers SSDM Polri.
โ- โKaro SDM Polda Nusa Tenggara Timur (2022).
โ- โKaro SDM Polda Sulawesi Utara (2023).
โ- โKabaganev Rojianstra SSDM Polri (2024).
โ- โWakapolda Aceh (2025).
โ- โBrigadir Jenderal Polisi.