SAMPIT, Supersemar News – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menginstruksikan jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kotim bersama dinas terkait untuk membenahi dan mengaktifkan kembali Bumi Perkemahan (Buper) Kota Besi.

“Ketua Kwarcab dan jajaran, coba itu mulai dibangkitkan dan dibersihkan lagi itu. Nanti ajukan anggaran di Pemerintah Daerah melalui bagian anggaran, PU dan bagian umum untuk perkemahan yang ada di Kota Besi itu,” kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Halikinnor, keberadaan Buper Kota Besi memiliki nilai strategis karena lokasinya lebih dekat dengan ibu kota kabupaten dibandingkan Bumi Perkemahan Pantai Ujung Pandaran yang selama ini menjadi lokasi utama kegiatan perkemahan berskala besar di Kotim.

Ia menilai aset tersebut sayang jika terus dibiarkan tanpa pemanfaatan maksimal, padahal dapat menjadi alternatif lokasi kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, hingga kemah akhir pekan bagi pelajar dan anggota Pramuka.

“Supaya kalau Pramuka-Pramuka sekali-kali kita bisa saja laksanakan di situ, karena itu lebih dekat dengan ibu kota kabupaten dibandingkan yang di Pantai Ujung Pandaran. Jadi, sayang kalau tidak kita manfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Ia mengarahkan agar langkah awal yang dilakukan adalah pembersihan kawasan melalui kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum. Setelah kondisi kawasan kembali layak, pemerintah daerah dapat mengalokasikan pembangunan sarana pendukung secara bertahap.

Meski begitu, Halikinnor menegaskan upaya menghidupkan kembali Buper Kota Besi tidak akan mengurangi promosi terhadap Pantai Ujung Pandaran sebagai destinasi wisata unggulan daerah yang selama ini juga menjadi lokasi berbagai kegiatan kepramukaan tingkat besar.

“Kalau kegiatan dalam jumlah besar kita tetap memposisikan dan mempromosikan daerah kita yaitu destinasi wisata Pantai Ujung Pandaran,” pungkasnya.

Buper Kota Besi pada awalnya dibangun oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim sebagai pusat kegiatan kepramukaan, pelatihan alam, dan perkemahan terpadu. Lokasinya dipilih karena dianggap strategis dan menjadi akses terdekat menuju pusat Kota Sampit.

Namun, dalam perkembangannya, kawasan itu mengalami masa pasif cukup lama dan sempat disorot sebagai salah satu aset daerah yang tidak fungsional serta terbengkalai selama bertahun-tahun.

Kendala utama yang menghambat optimalisasi Buper Kota Besi adalah belum tersedianya instalasi sumber air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan ratusan hingga ribuan peserta perkemahan.

Kondisi tersebut dinilai memerlukan intervensi infrastruktur lebih lanjut dari pemerintah daerah agar kawasan itu dapat kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan kepramukaan di Kotawaringin Timur.

Hal itu pula yang disampaikan, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim Angga Aditya Nugraha yang mengatakan, bahwa pihaknya telah menyampaikan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum agar Buper Kota Besi dapat diaktifkan kembali.

“Kita sudah bersurat ke Dinas PU, mengharapkan Buper yang ada di Kota Besi itu diaktifkan kembali,” ungkapnya.

Angga mengakui lokasi itu sebenarnya merupakan aset kepramukaan yang paling dekat dengan pusat kota sehingga sangat potensial mendukung pembinaan generasi muda dan kegiatan organisasi secara rutin. Akan tetapi hingga kini kendala air masih belum terselesaikan.

“Yang saya ketahui di situ masih ada kendala air dan kami masih mencari solusinya,” demikian Angga.

Sumber : ANTARANews Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *