
Dilaporkan Hilang Sejak 23 Februari 2026, Keluarga Minta Bantuan Publik
SUPERSEMAR NEWS — Kasus orang hilang kembali mengemuka dan menyita perhatian publik. Seorang pria bernama Jamaludin (29), buruh bangunan asal Kampung Liung Gunung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan menghilang secara misterius saat bekerja di kawasan Serpong, Tangerang.
Hingga Rabu, 24 Februari 2026, pihak keluarga menyatakan tidak menerima kabar apa pun dari korban. Nomor telepon tidak aktif, komunikasi terputus, dan keberadaan Jamaludin tidak diketahui. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dan mendorong keluarga untuk meminta bantuan masyarakat luas.
Berangkat Kerja, Tak Pernah Kembali
Berdasarkan penuturan keluarga, Jamaludin berangkat dari kampung halaman menuju Serpong untuk bekerja sebagai buruh bangunan proyek. Keberangkatan tersebut berlangsung normal tanpa tanda-tanda mencurigakan. Namun, sejak hari itu pula, korban tidak pernah memberikan kabar.
Biasanya, Jamaludin dikenal rajin menghubungi keluarga, meski hanya melalui pesan singkat. Akan tetapi, sejak tanggal tersebut, seluruh upaya komunikasi tidak mendapatkan respons. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa telah terjadi sesuatu di luar kebiasaan.
“Anak kami tidak pernah hilang kontak selama ini. Kalau sampai berhari-hari tanpa kabar, itu tidak biasa,” ujar salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.
Ciri-Ciri Korban Diperjelas untuk Memudahkan Pencarian
Untuk mempercepat proses pencarian, keluarga menyampaikan ciri-ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan korban, agar masyarakat dapat mengenali jika melihat Jamaludin di suatu tempat.
Identitas Korban:
- Nama: Jamaludin
- Usia: 29 tahun
- Tinggi badan: ±155 cm
- Pekerjaan: Buruh bangunan
Ciri Pakaian Terakhir:
- Kaos/baju berkerah warna merah
- Celana pendek
Alamat Lengkap:
- Kp. Liung Gunung
- Desa Sirnagalih
- Kecamatan Cipongkor
- Kabupaten Bandung Barat
Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat, petugas keamanan, maupun relawan sosial dalam mengidentifikasi dan melacak keberadaan korban.
Keluarga Belum Lapor Polisi, Ini Alasannya
Menariknya, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum secara resmi melaporkan kasus ini ke kepolisian. Alasannya bukan karena kelalaian, melainkan karena kondisi psikologis keluarga yang masih sangat terpukul.
Namun demikian, keluarga menegaskan bahwa mereka terbuka dan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian serta instansi terkait demi keselamatan Jamaludin.
Sebagai langkah awal, keluarga memilih untuk menyebarkan informasi secara luas melalui media dan jejaring sosial, sembari mengumpulkan petunjuk awal dari masyarakat.
Seruan Terbuka untuk Masyarakat
Keluarga Jamaludin secara terbuka memohon bantuan publik. Siapa pun yang merasa melihat, bertemu, atau mengetahui informasi sekecil apa pun terkait Jamaludin, diminta segera menghubungi keluarga atau aparat setempat.
Langkah ini dinilai krusial untuk:
- Mencegah kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan
- Mempercepat proses penelusuran lokasi terakhir korban
- Mengumpulkan informasi awal sebelum laporan resmi dibuat
Fenomena Buruh Bangunan Rentan Hilang di Kota Besar
Kasus Jamaludin bukan satu-satunya. Data menunjukkan bahwa pekerja sektor informal, khususnya buruh bangunan, termasuk kelompok rentan mengalami kehilangan kontak, terutama di wilayah urban padat seperti Jabodetabek.
Faktor-faktor yang kerap memicu kondisi ini antara lain:
- Mobilitas tinggi
- Minimnya kontrak kerja resmi
- Tinggal di lokasi proyek
- Keterbatasan akses komunikasi
Oleh karena itu, kasus ini sekaligus menjadi peringatan sosial bagi para pekerja dan keluarga untuk memperkuat sistem komunikasi dan pencatatan identitas kerja.
Langkah yang Disarankan Jika Melihat Korban
Apabila masyarakat melihat seseorang dengan ciri-ciri serupa Jamaludin, berikut langkah yang disarankan:
- Pastikan keselamatan pribadi
- Catat lokasi dan waktu penemuan
- Hubungi keluarga atau kepolisian terdekat
- Jangan menyebarkan informasi palsu
Penegasan: Pencarian Masih Terbuka dan Mendesak
Hingga saat ini, keberadaan Jamaludin masih menjadi tanda tanya besar. Tidak ada saksi yang memastikan lokasi terakhir korban secara pasti. Oleh karena itu, pencarian ini bersifat terbuka, mendesak, dan membutuhkan kepedulian kolektif.
SUPERSEMAR NEWS menegaskan bahwa informasi ini akan terus diperbarui secara berkala, seiring masuknya data baru dari keluarga, masyarakat, maupun pihak berwenang.
Solidaritas Publik Sangat Dibutuhkan
Kasus orang hilang bukan sekadar angka statistik. Ia adalah tentang nyawa, keluarga, dan harapan. Keluarga Jamaludin berharap, dengan bantuan publik, korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Masyarakat diimbau untuk tidak acuh, karena satu informasi kecil bisa menjadi kunci besar dalam menyelamatkan seseorang.***(SB)
SupersemarNewsTeam
