
Wawancara Eksklusif di Candi Jawi: Mba Ponasari Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Nusantara
SUPERSEMAR NEWS – PASURUAN, JAWA TIMUR – Kekayaan sejarah dan budaya Indonesia kembali menjadi sorotan dalam wawancara eksklusif antara Rifay Marzuki, CEO Faytastic Pro sekaligus Dewan Pembina Supersemar News, dengan Mba Ponasari di kawasan Candi Jawi, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam suasana yang sarat nilai sejarah, Mba Ponasari menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs peninggalan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, keberadaan candi-candi di Indonesia bukan sekadar bangunan kuno, melainkan saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Saat berbincang dengan Rifay Marzuki, Mba Ponasari menjelaskan bahwa Candi Jawi merupakan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin peduli terhadap keberadaan situs-situs bersejarah tersebut.
“Peninggalan ini luar biasa dan perlu untuk dilestarikan serta dijaga oleh kita sebagai generasi muda. Generasi berikutnya juga sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana Nusantara, bagaimana Indonesia, dan bagaimana akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Mba Ponasari.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak harus dimulai dari langkah besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan mengenal, mengunjungi, dan menjaga situs-situs sejarah yang ada di sekitar tempat tinggal.
Mba Ponasari mengapresiasi masyarakat di sekitar kawasan Candi Jawi yang dinilai telah berperan aktif menjaga kebersihan, kelestarian, serta kenyamanan kawasan cagar budaya tersebut. Upaya tersebut menjadi contoh nyata bahwa pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama.
“Alhamdulillah, Candi Jawi ini dijaga dengan sangat baik oleh masyarakat sekitar. Ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari wilayah atau lingkungan terdekat,” jelasnya kepada Rifay Marzuki.
Lebih lanjut, Mba Ponasari mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu luang dengan mengunjungi berbagai situs bersejarah yang tersebar di Jawa Timur. Menurutnya, wisata budaya bukan hanya memberikan pengalaman berlibur, tetapi juga memperkaya wawasan sejarah dan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.
Ia menyebut sejumlah destinasi yang layak dikunjungi, seperti Candi Pari di Sidoarjo, Candi Jawi di Pasuruan, serta berbagai kompleks percandian di Mojokerto, termasuk Candi Tikus yang dikenal sebagai salah satu peninggalan penting era Kerajaan Majapahit.
“Ada Candi Pari, ada Candi Jawi, kemudian di Mojokerto ada Candi Tikus dan masih banyak candi lainnya. Kalau ada kesempatan, sempatkan untuk berkunjung. Kita akan belajar banyak tentang sejarah bangsa melalui peninggalan-peninggalan tersebut,” ungkapnya.
Menanggapi penjelasan tersebut, Rifay Marzuki menyampaikan bahwa pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan media. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang hidup di era digital.
Melalui wawancara ini, Rifay berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan wisata sejarah sebagai bagian dari aktivitas edukatif keluarga. Selain menikmati keindahan arsitektur candi, masyarakat juga dapat memahami nilai-nilai sejarah, kebudayaan, dan jati diri bangsa Indonesia.
Candi Jawi sendiri menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Pasuruan. Selain memiliki keunikan arsitektur yang memadukan unsur Hindu dan Buddha, kawasan ini juga menawarkan panorama alam pegunungan yang asri sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wawancara eksklusif ini menjadi pengingat bahwa menjaga warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemerhati sejarah, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa. Dengan mengenal sejarah, masyarakat akan semakin memahami identitas Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan peradaban, budaya, dan nilai-nilai luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi masa depan.***(SB)
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
Editor : Sangga Buana
Sumber : Wawancara eksklusif Rifay Marzuki (CEO Faytastic Pro dan Dewan Pembina Supersemar News) dengan Mba Ponasari di Candi Jawi, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.
