Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan memanggil Kepala BGN Jabar untuk evaluasi program Makan Bergizi Gratis buntut kasus keracunan massal.

SUPERSEMAR NEWS – BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Barat untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah maraknya kasus keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di beberapa wilayah Jabar.

Evaluasi Program MBG Jawa Barat

Dedi menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara paripurna dan terbuka agar persoalan seperti keracunan siswa tidak terulang. Menurutnya, permasalahan muncul karena jarak waktu antara proses memasak dan distribusi terlalu lama.

“Masaknya malam, didistribusikan, lalu dimakan siang hari. Ini harus jadi bahan evaluasi. Para penyedia MBG harus memperhitungkan jam masak dan jam makan,” tegas Dedi.

Selain itu, ia juga akan mengundang penyelenggara yang makanannya terbukti menimbulkan keracunan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jabar

Kasus keracunan MBG terdata di dua daerah. Di Kecamatan Kadungora, Garut, tercatat 657 orang mengalami gejala keracunan pada 16 September 2025, dengan 19 siswa harus dirawat. Sementara di Cipongkor, Bandung Barat, lebih dari 300 siswa keracunan setelah menyantap jatah MBG pada 22 September 2025.

Atas kejadian ini, BGN menghentikan sementara Program MBG untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Puan Maharani Minta Evaluasi Total

Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak evaluasi total terhadap program MBG. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak dari dapur umum hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Masalah bisa terjadi di dapurnya atau di sekolah. Evaluasi harus melihat hulunya agar jelas letak persoalannya,” kata Puan.

Komitmen Perbaikan MBG

Baik Pemprov Jawa Barat maupun DPR RI sepakat bahwa evaluasi menyeluruh penting agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan siswa.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana