Dedi Mulyadi Produksi Bobibos Pakai Dana Pribadi, Bukan APBD

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 18:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dalam balutan busana serba putih di podium West Java Investment Summit, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memproduksi Bobibos dengan dana pribadi sebagai langkah cepat mendorong inovasi energi berbasis jerami.

SUPERSEMAR NEWS — BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memproduksi bahan bakar alternatif Bobibos dalam skala kecil mulai pekan depan. Produksi awal ini dilakukan menggunakan dana pribadi, bukan APBD, karena proses birokrasi anggaran dinilai terlalu lama.

Bobibos—singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos—merupakan inovasi energi berbasis Bahan Bakar Nabati (BBN) yang dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin melalui PT Inti Sinergi Formula. Produk ini mencuri perhatian publik karena diklaim mampu menghasilkan oktan mendekati RON 98 sekaligus memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami, yang jumlahnya melimpah di Indonesia.

Dedi Pastikan Produksi Tanpa APBD: “Saya Pakai Uang Pribadi”

Dalam keterangannya kepada wartawan, Dedi menegaskan bahwa produksi perdana Bobibos tidak akan membebani APBD Jawa Barat. Ia memilih menggunakan dana pribadi atau melalui pinjaman bank daerah apabila diperlukan.

“Anggaran oleh pribadi, tidak menggunakan pemprov karena lama. Saya tidak mau memakai uang negara. Kalau saya pakai uang sendiri atau pinjam ke BJB sebagai modal, itu boleh,” ujar Dedi.

Menurutnya, percepatan inovasi energi tidak boleh terhambat proses administrasi pemerintah. Karena itu, ia memilih jalur pendanaan mandiri agar produksi awal Bobibos dapat segera berjalan.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

MoU untuk Menjamin Hak Kekayaan Intelektual Penemu

Sebelum memasuki tahap produksi, Dedi menegaskan akan melakukan penandatanganan MoU dengan penemu Bobibos sebagai bentuk penghargaan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Besok kami tanda tangan MoU dengan yang menemukan ide dan gagasan. Itu barang intelektual yang harus dijaga. Anak muda harus dihargai,” tegasnya.

Kerja sama ini menjadi dasar hukum sebelum proses produksi dimulai di Lembur Pakuan, pusat kegiatan inovasi yang dipimpin Dedi.

Baca Juga :  Arah Masa Depan Organisasi Kepemudaan, KAHMI Kalteng Pertanyaan Langkah KNPI

Bobibos: Inovasi Energi dari Limbah Jerami

Bobibos pertama kali diperkenalkan ke publik pada Ahad (2/11) di Jonggol, Kabupaten Bogor. Inovasi ini memanfaatkan jerami sebagai bahan baku utama, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki dampak ekonomi signifikan.

  • Jerami adalah limbah pertanian terbesar di Indonesia.
  • Selama ini hanya dibuang atau dibakar.
  • Dengan Bobibos, limbah ini memiliki nilai ekonomi tinggi.

Karena itu, Bobibos tidak hanya menghasilkan energi alternatif, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi petani.

Dampak Ekonomi: Petani Dapat Penghasilan Tambahan

Pemanfaatan jerami sebagai bahan baku menciptakan rantai ekonomi baru di pedesaan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi komoditas bernilai tinggi.

Para petani diperkirakan akan mendapatkan penghasilan tambahan dari penyediaan pasokan jerami kering untuk produksi Bobibos.

Harapan Besar untuk Energi Ramah Lingkungan Lokal

Dengan bahan baku yang melimpah, teknologi lokal, dan dukungan dari pemerintah daerah, Bobibos diharapkan menjadi terobosan baru dalam:

  • diversifikasi energi nasional,
  • pengurangan polusi dari bahan bakar fosil,
  • peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian,
  • serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi terbarukan berbasis bahan lokal.

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Bentuk Relawan Kampung Bersih Narkoba, Polresta Banjarmasin: Sinergi Cegah Narkotika
Kapolda Metro Jaya Silaturahmi dengan The Jakmania, Perkuat Komunikasi untuk Sepak Bola yang Kondusif
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:06 WIB

Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Kamis, 5 November 2026 - 23:02 WIB

Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba

Berita Terbaru