
SAMPIT, Supersemar News – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung kondisi SMAN 1 Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terbakar, Sabtu 3 Oktober 2026.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan segera membangun kembali sejumlah fasilitas di SMAN 1 Cempaga, yang rusak akibat kebakaran sehingga murid-murid bisa belajar seperti biasa dengan lebih semangat.
Kepastian tersebut disampaikan Agustiar saat meninjau langsung lokasi kebakaran bersama Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo. Dalam kunjungan itu, ia menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut kelangsungan proses belajar mengajar ratusan siswa.
Menurut Agustiar, pemerintah daerah memang baru dapat melakukan peninjauan setelah beberapa hari pascakejadian. Namun hal itu tidak mengurangi komitmen untuk segera mengambil langkah penanganan.
”Kami memang baru bisa datang sekarang, tetapi ini tetap menjadi tanggung jawab kami untuk segera menindaklanjuti,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima di lapangan, terdapat tiga fasilitas utama yang terdampak dan memerlukan pembangunan kembali, yakni ruang kelas, aula, serta kantor sekolah.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan tersebut menjadi prioritas mengingat jumlah peserta didik di SMAN 1 Cempaga mencapai sekitar 270 orang.
Dengan kondisi bangunan yang ada saat ini, ruang belajar dinilai tidak lagi mencukupi untuk menunjang kegiatan pendidikan secara optimal.
”Jumlah siswanya cukup banyak, sekitar 270 orang. Setelah kami lihat dan hitung kebutuhan ruang yang tersedia, memang perlu segera dilakukan pembangunan tambahan agar proses belajar tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Pemprov Kalteng menargetkan pembangunan fasilitas yang rusak dapat direalisasikan pada tahun 2026.
Agustiar menilai situasi pascakebakaran memerlukan keputusan cepat sehingga tidak perlu menunggu proses penganggaran pada tahun berikutnya.
Menurutnya, langkah percepatan harus dilakukan agar siswa tidak terlalu lama terdampak akibat keterbatasan sarana pendidikan.
”Kalau kondisi seperti ini dibiarkan menunggu terlalu lama, tentu akan mengganggu kegiatan pendidikan. Karena itu kita harus bergerak cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisme dan teknis pembangunan nantinya akan ditangani oleh instansi terkait. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan sekolah yang terdampak kebakaran segera mendapatkan solusi sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
