
SUPERSEMAR NEWS – BOGOR – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-7 Visi Nusantara Maju (Vinus) menjadi momentum penting refleksi peran organisasi kepemudaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor. Dalam tasyakuran yang digelar di Kantor Vinus, Kecamatan Cibinong, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Vinus telah melahirkan banyak generasi muda kritis yang berorientasi pada pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Rudy Susmanto saat menghadiri acara tasyakuran Harlah Vinus ke-7, Rabu (24/12/2025). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menjadi penegasan bahwa Vinus bukan sekadar organisasi, melainkan ruang kaderisasi pemikir muda yang berkontribusi nyata bagi daerah.
Vinus dan Peran Strategis Kaderisasi Pemuda
Menurut Rudy Susmanto, keberadaan Vinus selama tujuh tahun terakhir telah menunjukkan konsistensi dalam melahirkan anak-anak muda yang kritis, berani bersuara, namun tetap konstruktif. Ia menilai, kritik yang dibangun di atas data, gagasan, dan kepedulian terhadap daerah justru menjadi elemen penting dalam demokrasi dan pembangunan.
“Kami merasa bangga dan terhormat. Visi Nusantara Maju telah melahirkan kader-kader muda yang kritis, tetapi kritis yang membangun,” ujar Rudy Susmanto kepada awak media.
Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa kritisisme pemuda yang terarah akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Kabupaten Bogor dan Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, organisasi seperti Vinus dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin masa depan.
Generasi Kritis Jadi Investasi Masa Depan Bogor
Selanjutnya, Rudy menjelaskan bahwa keberadaan generasi muda yang aktif berpikir dan bergerak merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan keterlibatan pemuda dalam isu-isu publik, pemerintah daerah akan memperoleh mitra kritis sekaligus solutif.
“Dengan generasi muda yang kritis dan membangun, Kabupaten Bogor dan bangsa Indonesia memiliki masa depan yang panjang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bogor yang menempatkan penguatan SDM sebagai prioritas utama. Dalam konteks ini, Vinus dinilai berhasil menjadi inkubator pemikiran dan kepemimpinan muda.
Keterbatasan Infrastruktur Tak Padamkan Semangat Vinus
Meski demikian, Rudy Susmanto tidak menutup mata bahwa Vinus masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dari sisi infrastruktur organisasi. Namun, menurutnya, keterbatasan tersebut justru tidak menghambat semangat kader Vinus dalam mencetak generasi unggul.
“Walaupun masih banyak infrastruktur yang perlu didukung, Vinus tetap konsisten melahirkan SDM muda, khususnya anak-anak muda Kabupaten Bogor. Jumlahnya bahkan terus bertambah dari hari ke hari,” jelas Rudy.
Dengan demikian, Rudy menilai Vinus telah membuktikan bahwa komitmen dan idealisme jauh lebih penting dibandingkan fasilitas fisik semata.
Tujuh Tahun Vinus, Lahirkan Aktivis dan Akademisi
Lebih jauh, Rudy Susmanto menyoroti capaian Vinus selama tujuh tahun perjalanan organisasinya. Ia menyebut, meski usia Vinus tergolong muda, namun kontribusinya dalam melahirkan aktivis, pemikir, dan akademisi patut diapresiasi.
“Tujuh tahun itu waktu yang singkat, tetapi dari Vinus lahir banyak aktivis, pemikir, hingga akademisi,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Rudy berharap Vinus terus menjaga konsistensi kaderisasi dan memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Vinus di masa depan akan diukur dari seberapa banyak pejuang perubahan yang dilahirkan.
Harapan Besar untuk Vinus ke Depan
Sementara itu, Direktur Radar Bogor, Nihrawati AS, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap perjalanan Vinus di usia ke-7. Ia optimistis Vinus akan terus berkembang seiring dengan besarnya mimpi dan visi yang diusung.
“Semoga Vinus semakin berkembang. Kita akan terus bertemu, bukan lagi di tempat ini, tetapi di gedung yang lebih besar, sebesar mimpi Vinus,” ujar Nihrawati.
Selain itu, Nihrawati menilai Vinus memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan daerah melalui diskursus publik yang sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Media, Pemuda, dan Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Nihrawati menegaskan bahwa selama tujuh tahun terakhir, Vinus telah menjadi ruang diskusi strategis terkait isu-isu Kabupaten Bogor. Menurutnya, keberlanjutan dialog kritis antara pemuda, media, dan pemerintah menjadi kunci kemajuan daerah.
“Tidak terasa tujuh tahun kita bolak-balik ke tempat ini dengan berbagai pembahasan, terutama tentang Bogor. Saya percaya mimpi Vinus bisa tercapai,” pungkasnya.
Dengan demikian, Harlah Vinus ke-7 bukan hanya seremoni, melainkan refleksi kolektif tentang pentingnya peran pemuda dalam demokrasi dan pembangunan berkelanjutan.
Vinus dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan
Di tengah tantangan global dan lokal, Vinus dihadapkan pada tuntutan untuk terus beradaptasi. Isu-isu seperti pembangunan berkelanjutan, transparansi kebijakan publik, hingga partisipasi masyarakat menjadi ladang pengabdian yang menuntut kapasitas intelektual dan integritas kader.
Dalam konteks tersebut, Vinus diharapkan mampu memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan media arus utama seperti SUPERSEMAR NEWS (https://supersemarnews.com).
Penegasan: Vinus sebagai Pilar Pemuda Kritis Bogor
Akhirnya, peringatan Harlah Vinus ke-7 menegaskan satu hal penting: pemuda kritis adalah pilar utama pembangunan daerah. Dengan terus melahirkan kader yang berpikir tajam, berani bersuara, dan berorientasi solusi, Vinus telah menempatkan dirinya sebagai aktor strategis dalam perjalanan Kabupaten Bogor menuju masa depan yang lebih maju.
Ke depan, tantangan Vinus bukan hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga meningkatkan kualitas kontribusi demi Bogor yang lebih adil, transparan, dan berdaya saing.***(SB)
SupersemarNewsTeam
