SupersemarNews, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berencana membangun pos pemadam kebakaran (damkar) dan hidran mandiri di kawasan permukiman yang rawan kebakaran di RW 03, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi relokasi tempat penampungan sementara (TPS) RW 03 Duri Utara yang dipimpin Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (10/8/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Sjahrin, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Suheri, Camat Tambora Pangestu Aji, Lurah Duri Utara Ari Kurnia, serta jajaran terkait

.Iin mengatakan, berdasarkan hasil rapat pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi di Ibu Kota.

Menurut dia, kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan hidran mandiri serta sulitnya memperoleh sumber air ketika terjadi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat

.”Kami perlu memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki risiko tinggi,” ujar Iin.

Baru Empat Kelurahan di Tambora Punya Pos DamkarIin menyebut, dari 11 kelurahan yang berada di Kecamatan Tambora, baru empat kelurahan yang telah memiliki pos damkar.

Karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat akan mendorong peningkatan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di setiap kelurahan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalihfungsikan TPS RW 03 Duri Utara yang berada di tengah kawasan permukiman menjadi pos damkar.

Selain sebagai pos damkar, lokasi tersebut nantinya dirancang sebagai fasilitas multifungsi. Pemkot Jakarta Barat juga akan menyiapkan titik pembuangan sampah baru agar aktivitas pengelolaan sampah tidak mengganggu akses jalan warga.

Depo Sampah Dipindahkan

Lurah Duri Utara Ari Kurnia mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari Wali Kota Jakarta Barat untuk menyiapkan lokasi yang dapat digunakan sebagai pos damkar.

Untuk pengelolaan sampah, depo RW 03 akan direlokasi dengan menerapkan sistem transit atau drop point.

Lokasi yang disiapkan berada di Jalan KH Mas Mansur, tepat di samping SPBU RT 03/RW 03.”Sistemnya untuk bongkar muat sampah dilakukan pada malam hingga dini hari agar tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Ari.

Menurut dia, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran pengelolaan sampah sekaligus memastikan akses jalan tetap dapat digunakan masyarakat.

Peletakan Batu Pertama 18 AgustusPembangunan pos damkar dan hidran mandiri tersebut rencananya ditandai dengan peletakan batu pertama dalam kegiatan kick off pencegahan kebakaran se-Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026 di wilayah Duri Utara.Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses sumber air dan sarana pemadam kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *