Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan ambles hingga menyebabkan kemacetan parah arah Depok. Petugas memasang pembatas dan melakukan rekayasa lalu lintas sementara akibat kerusakan saluran air di bawah badan jalan.

Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Jakarta Selatan Lumpuh Sebagian

SUPERSEMAR NEWS – Peristiwa amblesnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, langsung memicu kepadatan lalu lintas panjang menuju Depok, Jawa Barat. Jalan yang menjadi salah satu akses vital penghubung Jakarta Selatan dan Depok itu mengalami kerusakan cukup serius pada Kamis malam, 28 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kondisi jalan yang ambles terjadi di kawasan Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, tepat di jalur utama arah Depok. Dampaknya, kendaraan yang melintas hanya dapat menggunakan satu lajur sehingga antrean kendaraan mengular sejak Jumat pagi.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena Jalan Raya Lenteng Agung merupakan jalur padat harian yang dilalui ribuan kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga armada Transjakarta.

Selain menyebabkan kemacetan, jalan ambles tersebut juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas infrastruktur perkotaan di Jakarta Selatan.

Dugaan Penyebab Jalan Ambles di Lenteng Agung

Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) langsung turun tangan melakukan investigasi serta penanganan darurat di lokasi kejadian.

Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, mengungkapkan bahwa dugaan awal kerusakan jalan dipicu oleh rusaknya konstruksi saluran air di bawah badan jalan.

Menurutnya, kerusakan saluran air tersebut menyebabkan struktur tanah di bawah jalan mengalami penurunan kekuatan. Akibatnya, permukaan jalan tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang terus melintas setiap hari.

Selain itu, tingginya intensitas kendaraan berat yang melintasi jalur Lenteng Agung juga diduga mempercepat kerusakan struktur jalan.

Fenomena jalan ambles akibat kerusakan drainase bawah tanah sebenarnya bukan pertama kali terjadi di Jakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ruas jalan utama di Ibu Kota mengalami persoalan serupa akibat buruknya sistem saluran air dan tingginya tekanan kendaraan.

Penanganan Darurat Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

Kendaraan melintasi pelat baja darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, usai jalan ambles arah Depok. Rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk mengurangi kemacetan akibat kerusakan badan jalan dan saluran air bawah tanah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan melakukan penanganan sementara di lokasi jalan ambles.

Sebagai langkah awal, petugas memasang pelat baja di area jalan yang rusak agar kendaraan masih dapat melintas dengan aman. Selain itu, sistem buka tutup jalur juga diterapkan guna mengurangi risiko kemacetan yang semakin parah.

Petugas gabungan dari Dinas SDA, Bina Marga, kepolisian, dan aparat wilayah tampak berjaga selama 24 jam untuk mengatur arus kendaraan.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menegaskan bahwa pemasangan pelat baja merupakan solusi sementara sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan.

Menurut Santo, langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Penanganan sementara sudah kami lakukan dengan pemasangan pelat baja agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman sambil menunggu proses perbaikan permanen,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut karena kondisi jalan masih belum sepenuhnya stabil.

Kemacetan Panjang Terjadi Sejak Jumat Pagi

Kemacetan panjang tidak dapat dihindari setelah akses jalan hanya menyisakan satu lajur kendaraan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi mulai dari kawasan Pasar Minggu hingga mendekati perbatasan Depok.

Volume kendaraan yang tinggi pada jam sibuk pagi membuat laju kendaraan bergerak sangat lambat. Banyak pengendara mengaku membutuhkan waktu tempuh dua kali lebih lama dibanding hari biasa.

Situasi semakin rumit karena Jalan Raya Lenteng Agung merupakan jalur utama bagi pekerja dan mahasiswa yang beraktivitas antara Jakarta dan Depok.

Selain kendaraan pribadi, jalur tersebut juga dilintasi angkutan kota, bus Transjakarta, kendaraan logistik, serta kendaraan roda dua dalam jumlah besar.

Polisi lalu lintas terus melakukan pengaturan kendaraan untuk mencegah penumpukan di titik jalan ambles.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengatakan pihaknya belum memberlakukan pengalihan total karena kendaraan masih dapat melintas satu jalur.

Namun demikian, petugas terus memantau perkembangan kondisi jalan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lebih lanjut.

Layanan Transjakarta Terdampak Akibat Jalan Ambles

Peristiwa jalan ambles di Lenteng Agung juga berdampak langsung terhadap operasional layanan transportasi umum Transjakarta.

Sejumlah rute mengalami penyesuaian karena armada bus tidak dapat melintasi area terdampak secara normal.

Rute D21 Lebak Bulus–UI Depok untuk sementara diperpendek hanya sampai Bus Stop Wijaya Kusuma. Akibatnya, halte mulai dari SMAN 38 hingga Universitas Indonesia tidak dapat dilayani sementara waktu.

Selain itu, rute 4B Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia juga mengalami perubahan lintasan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, meminta masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dan memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi Transjakarta.

Penyesuaian rute ini menimbulkan dampak signifikan bagi ribuan pengguna transportasi umum yang biasa mengandalkan akses Lenteng Agung menuju kampus dan pusat aktivitas di Depok.

Banyak penumpang mengaku harus mencari moda transportasi alternatif agar tetap dapat mencapai tujuan tepat waktu.

Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok guna mengurangi kepadatan kendaraan.

Kanitlantas Polsek Jagakarsa, AKP Benny Muchtar, menjelaskan bahwa pengendara dari arah Pasar Minggu dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui gardu menuju Jalan Juanda.

Dari jalur tersebut, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Antasari, Andara, Cinere, hingga Beji, Depok.

Selain itu, pengendara dari arah Gardu dan Kampus Universitas Pancasila juga disarankan memutar menuju Jalan Raya Bogor.

Rekayasa lalu lintas ini diterapkan untuk mengurangi beban kendaraan yang masuk ke titik jalan ambles.

Meski jalur alternatif tersedia, kepadatan tetap tidak dapat dihindari karena volume kendaraan sangat tinggi pada jam sibuk.

Masyarakat diminta memantau kondisi lalu lintas secara berkala sebelum melakukan perjalanan.

Infrastruktur Jakarta Kembali Dipertanyakan

Insiden jalan ambles di Lenteng Agung kembali memunculkan sorotan terhadap kualitas infrastruktur di Jakarta.

Banyak warga mempertanyakan mengapa jalan utama yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan bisa mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah pengamat transportasi menilai kejadian ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan konstruksi jalan di Jakarta.

Tidak sedikit pula masyarakat yang menilai perawatan infrastruktur perkotaan masih belum optimal.

Jika tidak dilakukan audit secara berkala, kerusakan serupa dikhawatirkan dapat terjadi di titik lain dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan padat kendaraan membutuhkan pengawasan lebih ketat agar kualitas konstruksi tetap terjaga dalam jangka panjang.

Risiko Kecelakaan Mengintai Pengguna Jalan

Meski sudah dipasang pelat baja sementara, risiko kecelakaan tetap menjadi perhatian utama.

Pengendara roda dua diminta lebih berhati-hati karena permukaan jalan di sekitar titik ambles masih tidak rata.

Selain itu, antrean kendaraan yang panjang juga meningkatkan risiko tabrakan beruntun akibat pengereman mendadak.

Petugas kepolisian terlihat terus memberikan arahan kepada pengguna jalan agar menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan kendaraan.

Pada malam hari, kondisi penerangan jalan dan kepadatan kendaraan juga menjadi faktor yang harus diwaspadai.

Masyarakat diimbau tidak berhenti atau memperlambat kendaraan secara tiba-tiba di sekitar lokasi karena dapat memicu kemacetan lebih panjang.

Aktivitas Warga dan Mahasiswa Terganggu

Jalan Raya Lenteng Agung dikenal sebagai kawasan strategis yang dekat dengan sejumlah kampus besar, pusat perdagangan, dan kawasan permukiman padat.

Akibat jalan ambles, aktivitas warga mengalami gangguan cukup signifikan.

Mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, serta pekerja yang biasa melintasi jalur tersebut harus menghadapi waktu tempuh lebih panjang.

Tidak sedikit pengendara yang memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari antrean kendaraan.

Sementara itu, pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum mengaku mengalami penurunan produktivitas akibat kemacetan panjang.

Kondisi ini juga berdampak terhadap distribusi barang dan mobilitas ekonomi di kawasan Jakarta Selatan hingga Depok.

Perbaikan Permanen Dijadwalkan Dimulai Malam Hari

Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Pemprov DKI Jakarta menargetkan proses perbaikan permanen dimulai pada malam hari guna meminimalisasi gangguan lalu lintas.

Langkah tersebut dipilih karena volume kendaraan relatif lebih rendah dibandingkan siang hari.

Petugas akan melakukan pembongkaran area jalan rusak, memperbaiki konstruksi saluran air, kemudian memperkuat kembali struktur badan jalan.

Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari tergantung tingkat kerusakan di bawah permukaan jalan.

Selama pengerjaan berlangsung, masyarakat kemungkinan masih akan menghadapi rekayasa lalu lintas dan antrean kendaraan.

Karena itu, pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif dan mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel.

Pengamat Minta Audit Infrastruktur Bawah Tanah

Sejumlah pengamat perkotaan menilai insiden jalan ambles ini harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap infrastruktur bawah tanah di Jakarta.

Mereka menyoroti pentingnya audit menyeluruh terhadap saluran air, utilitas bawah tanah, dan struktur jalan utama.

Menurut para ahli, kerusakan kecil pada saluran drainase dapat berkembang menjadi ancaman serius apabila tidak segera diperbaiki.

Apalagi kawasan Jakarta Selatan memiliki tingkat kepadatan kendaraan dan aktivitas pembangunan yang sangat tinggi.

Pengawasan berkala terhadap kondisi bawah jalan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Selain itu, koordinasi antarlembaga juga harus diperkuat agar penanganan kerusakan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Warga Harap Perbaikan Dilakukan Cepat dan Transparan

Masyarakat berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jalan secara cepat namun tetap mengutamakan kualitas konstruksi.

Warga juga meminta proses penanganan dilakukan secara transparan agar publik mengetahui penyebab pasti kerusakan jalan.

Banyak pengguna jalan mengaku khawatir jika perbaikan hanya bersifat sementara tanpa pembenahan menyeluruh pada struktur bawah tanah.

Selain itu, masyarakat meminta adanya pengawasan ketat selama proses pengerjaan agar kualitas material dan metode konstruksi benar-benar sesuai standar.

Kondisi jalan ambles di Lenteng Agung menjadi pengingat bahwa infrastruktur perkotaan membutuhkan perawatan rutin dan pengawasan berkelanjutan.

Jika tidak ditangani serius, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi ancaman besar yang mengganggu keselamatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Peristiwa amblesnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menjadi perhatian besar masyarakat karena berdampak langsung terhadap mobilitas ribuan warga menuju Depok.

Kerusakan yang diduga dipicu saluran air bawah tanah rusak itu menyebabkan kemacetan panjang, gangguan layanan Transjakarta, hingga penerapan rekayasa lalu lintas.

Pemerintah telah melakukan langkah darurat melalui pemasangan pelat baja dan penyiapan perbaikan permanen.

Namun demikian, publik berharap kejadian ini tidak hanya ditangani secara sementara, melainkan menjadi momentum evaluasi besar terhadap kualitas infrastruktur perkotaan Jakarta.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan Lenteng Agung dan memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan.

Ikuti berita terbaru seputar lalu lintas, infrastruktur, dan perkembangan Jakarta hanya di SUPERSEMAR NEWS.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *