Kirab Budaya Cap Go Meh akan kembali digelar di Kota Cirebon.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Cirebon – Pada 12 Februari 2025, warga Cirebon merayakan Cap Go Meh dengan menggelar kirab budaya spektakuler.

Pertama, Richard Dharma Perkasa, Sekretaris Panitia Cap Go Meh, mengumumkan acara internal berupa doa bersama dimulai pukul 10.00 WIB. Kemudian, Vihara Dewi Welas Asih menjadi titik awal arak-arakan pada pukul 14.00 WIB.

Kemudian, Pihak panitia mengarak 15 patung dewa dan dewi dengan menggunakan Joli. Secara rinci, 6 patung berasal dari Vihara Dewi Welas Asih, 2 patung dari Vihara Boen San Tong, dan 9 patung dari vihara di Arjawinangun, Sindanglaut, Jatibarang, serta Indramayu.

Selanjutnya, Para peserta arak-arakan melewati Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Perujakan, Pagongan, Karanggetas, Panjunan, Jagabayan, Winaon, Kanoman, Talang, Kebumen, dan Yos Sudarso sebelum kembali ke Vihara Dewi Welas Asih.

Kemudian, Prajurit dari tiga keraton—Kasepuhan, Kacirebonan, dan Kanoman—bergabung dalam arak-arakan. Selain itu, arak-arakan menampilkan replika ogoh-ogoh setinggi 3 meter serta berbagai kesenian, seperti barong sai, liong, dan karakter Sun Go Kong.

Selanjutnya, Pj Wali Kota Cirebon, H. Agus Mulyadi, akan membuka acara. Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, juga dijadwalkan hadir bersama Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, meskipun kehadiran gubernur masih bersifat tentatif.

Kemudian, Pada malam sebelum perayaan, tepatnya 11 Februari 2025, panggung pentas kesenian di halaman parkir Vihara Dewi Welas Asih akan menampilkan tarian topeng, tarian klasik Tionghoa, barongsai, Wushu, dan Taichi.

Akhirnya, panitia Cap Go Meh meminta maaf atas potensi kemacetan dan mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif.

Dengan demikian, Cap Go Meh 2025 di Cirebon tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menghadirkan inovasi menarik bagi warga dan wisatawan.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/SanggaBuana