Konten Kreator Mesuji Diperkosa dan Dirampok, Modus Keran Air

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ilustrasi Perampokan dan Pemerkosaan

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta

Kasus pemerkosaan disertai perampokan yang menimpa seorang konten kreator perempuan di Kabupaten Mesuji, Lampung, membuka kembali fakta kelam soal kejahatan berbasis tipu daya yang menyasar perempuan muda di ruang privat. Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan kejahatan terencana dengan modus yang terbilang licik dan berbahaya.

Korban berinisial UK (20) menjadi sasaran dua pelaku yang memanfaatkan modus perbaikan keran air kontrakan untuk masuk ke ruang pribadi korban, sebelum akhirnya melakukan kekerasan fisik, seksual, dan perampokan secara brutal.

Kasus ini kini ditangani serius oleh aparat kepolisian dan menjadi perhatian publik luas, khususnya di kalangan konten kreator dan perempuan yang tinggal sendiri di rumah kontrakan.

Kronologi Awal Kejadian di Mesuji Timur

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, di sebuah rumah kontrakan milik warga bernama Endang, yang berlokasi di Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur.

Menurut keterangan resmi Kasatreskrim Polres Mesuji, AKP M Prenata, korban baru saja masuk ke dalam kontrakannya ketika dua pria datang dan mengetuk pintu.

“Korban mengenali keduanya sebagai mantan pekerja di lingkungan kontrakan tersebut,” jelas AKP Prenata, dikutip SUPERSEMAR NEWS dari keterangan resmi kepolisian.

Kedua pria itu masing-masing berinisial MIZ (17) dan BN (19). Mereka berdalih mendapat perintah dari pemilik kontrakan untuk memperbaiki keran air kamar mandi.

Modus Pelaku: Menyamar sebagai Tukang Perbaikan

Dalam dunia kriminal, modus berpura-pura sebagai petugas atau tukang bukanlah hal baru. Namun, kasus di Mesuji ini menunjukkan bagaimana kepercayaan korban dimanfaatkan secara sistematis.

Baca Juga :  Rekam Jejak Letjen Agus Widodo, Perwira Asal Bojonegoro yang Masuk 32 Jenderal Bintang 3 TNI AD

Korban sempat memeriksa kondisi keran dan mendapati bahwa keran air dalam keadaan baik. Meski demikian, pelaku memaksa masuk ke dalam kontrakan dengan alasan hendak melakukan pengecekan ulang.

Salah satu pelaku bahkan membawa alat gerinda, seolah memperkuat kedok sebagai tukang perbaikan. Situasi ini membuat korban lengah dan tidak menyadari bahaya yang mengintai.

Aksi Brutal: Korban Dibekap, Dicekik, dan Disekap

Tak berselang lama, situasi berubah drastis. Salah satu pelaku keluar dari kamar mandi, lalu mengunci pintu kontrakan dari dalam. Pada saat itulah, kedua pelaku menyerang korban secara bersamaan.

Korban dibekap, dicekik, dan mulutnya disumpal menggunakan kaos milik pelaku, membuat korban tidak mampu berteriak meminta pertolongan.

Dalam kondisi tak berdaya, korban mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku. Tindakan ini menambah daftar panjang kejahatan seksual yang terjadi di ruang privat, tempat yang seharusnya aman.

Pelaku Sempat Mengira Korban Tewas

Fakta yang lebih mengerikan terungkap setelah kejadian tersebut. Usai melakukan pemerkosaan, kedua pelaku menggeledah kamar korban dan mengambil ponsel iPhone 11 Pro Max milik korban.

Korban yang mengalami trauma berat berpura-pura pingsan. Kondisi ini justru membuat pelaku mengira korban telah meninggal dunia.

“Pelaku bahkan sempat berencana membuang korban ke tempat sepi,” ungkap Kanit Resum Polres Mesuji, Ipda Eri.

Wajah korban ditutup dengan pakaian, lalu tubuhnya diangkat dan dinaikkan ke atas sepeda motor milik korban.

Aksi Heroik Korban: Melompat di Jalan Ramai

Di tengah perjalanan, saat melintas di kawasan yang ramai warga, korban menunjukkan keberanian luar biasa. Dengan sisa tenaga, korban melompat dari motor dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Kedua pelaku panik dan langsung melarikan diri, membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik korban.

Aksi nekat korban inilah yang akhirnya menyelamatkan nyawanya dan membuka jalan bagi aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Laporan Polisi dan Penanganan Kasus

Korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mesuji Timur sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama.

Berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/03/II/2026/Mesuji Timur/Res Mesuji/Polda Lampung, korban mengalami:

  • Luka lecet di dagu dan kening
  • Lebam di tangan akibat perlawanan
  • Trauma fisik dan psikologis

Polisi bergerak cepat. Dalam waktu dua hari, kedua pelaku berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mesuji.

Ancaman Hukuman dan Proses Hukum

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya:

  • Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan
  • Pasal 365 KUHP tentang perampokan
  • Pasal Perlindungan Anak, mengingat salah satu pelaku masih di bawah umur

Kasus ini juga berada dalam pengawasan Polda Lampung dan berpotensi menjadi perhatian nasional terkait kejahatan seksual terhadap perempuan.

Catatan Redaksi SUPERSEMAR NEWS

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya perempuan yang tinggal sendiri, agar:

  • Lebih waspada terhadap orang yang mengaku petugas
  • Selalu mengonfirmasi kepada pemilik kontrakan
  • Tidak mudah membuka akses ke ruang privat

Negara wajib hadir memastikan keamanan, keadilan, dan pemulihan korban, bukan hanya melalui proses hukum, tetapi juga pendampingan psikologis dan sosial.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru