
JAKARTA, Supersemar News – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu marah besar kepada PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR).
Kemarahannya memuncak setelah mengetahui perusahaan perkebunan sawit itu menguasai secara ilegal lahan seluas 451 hektar di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Selain itu, perusahaan itu disebutnya telah membabat habis hutan untuk dijadikan perkebunan sawit, yang diduga menjadi pemicu banjir bandang di Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu.
Sikap Masinton yang tegas akan mempidana PT SGSR itu terekam kamera dan viral di media sosial.
Video tersebut turut ditanggapi banyak pihak, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.
Lewat media sosialnya, @susipudjiastuti pada Selasa (2/12/2025), Susi Pudjiastuti angkat suara.
Dirinya mempertanyakan sikap Masinton yang menggelora saat ini.
Padahal, jauh sebelum bencara banjir bandang yang menewaskan ratusan warga itu, Masinton dinilainya sudah bisa mengambil sikap.
“Bang Masinton, kenapa baru sekarang marah2. Dulu harusnya di DPR Bapak dkk bisa stop semua ini!!!” tegas Susi Pujiastuti.
Susi menilai, Masinton selaku Kepala Daerah harus segera mengambil sikap.
Dirinya meminta Masinton menuntaskan janji untuk menumpas seluruh pihak yang memperparah bencana alam tersebut.
“Nah sekarang sebagai Kepala daerah.. Abang mau berjanji semua yg berkontribusi dalam parahnya bencana ini akan Abang stop???” tagih Susi.
“Ayo Bang, bisa Bang!!!” tegasnya.
Masinton Pasaribu Pidanakan PT SGSR
Pernyataan Susi Pudjiastuti merujuk video Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu ketika meninjau langsung area perkebunan sawit PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR)
Dalam video yang viral di media sosial itu, PT SGSR yang menguasai 451 hektar di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu disebut Masinton membabat habis hutan.
Mereka menyulap hutan menjadi perkebunan sawit raksasa yang diduga menjadi pemicu banjir bandang di Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu.
Dalam video yang diunggah akun x @PresidenKopi pada Selasa (2/12/2025), Masinton Pasaribu menegaskan akan menindak tegas perusahaan SGSR terkait penebangan hutan dan penanaman sawit di lahan seluas 451 hektar di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang menurutnya dikuasai secara ilegal.
Masinton menyatakan, dirinya tidak akan berkompromi.
Bila pemerintah sebelumnya bisa ‘diajak bernegosiasi’, mantan anggota DPR RI itu dengan tegas menolak.
Masinton bahkan akan melakukan eksekusi atas nama kepentingan rakyat.
Dirinya akan mempidana pihak PT SGSR karena menguasai lahan secara ilegal.
“Kalau kemarin kalian bisa cincai-cincai, hari ini sama saya tidak ada! atas nama kepentingan rakyat, saya eksekusi!” tegasnya dalam video.
“Saya jalankan! saya sanggupi!” tambahnya.
“Lahan 451 (hektar) ini yang bapak-ibu kuasai secara illegal tuh, dan ditanami tanpa izin bisa dipidana? bisa!” tegas Masinton Lagi
Ia menekankan, perusahaan tersebut belum memenuhi kewajiban hukum, termasuk mekanisme kemitraan dan pemotongan 20 persen lahan sesuai ketentuan Undang-Undang.
Atas pelanggaran tersebut, dirinya menantang akan mengujinya di persidangan.
“Kita akan terapkan itu, nggak perlu diperdebatkan, saya bukan mau berdebat datang kemari nih. Silahkan nanti kita uji semua nih,” tegas Masinton.
Masinton menegaskan, sebagai wakil rakyat dan bagian dari pemerintah, dirinya bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pasalnya, PT SGSR ditekankannya tidak melaksanakan perintah Undang-undang selama bertahun-tahun beroperasi di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Bertahun-tahun ya, perusahaan bapak nih SGSR tidak menjalankan perintah Undang-undang tuh! apakah itu adil!?” tanya Masinton dengan nada tinggi.
“Kewajiban kemitraan, saya tanya dulu. Adil tidak kalian? di mana keadilan kalian?” tanyanya lagi.
“Kalian tanam (sawit) semua ini! Undang-undang perintahkan 20 persen lahan kalian dipotong, kalian tidak laksanakan itu!” tegasnya.
Postingan tersebut menuai beragam komentar masyarakat.
Pro dan kontra bersusulan mengisi kolom komentar.
@ibrahimfaisalh: tidak lain dan tidak bukan hanya “riding the waves”, nih ya kalo beneran niat, dia jadi anggota dpr 10 tahun ngapain aja
@yustweet19des22: Kita tunggu perlawanan dan pertahanan bupati yg sepertinya pro rakyat ini. Jangan kasih kendor, bang @Masinton. Saya dulu sering lewat posko abang di area Potlot. Jangan kecewain rakyat. Itu aja pesan kami.
@_MonyetMetal: Nye nye nye nye… Kata gue teh BACOT dan akting aja, alur seperti biasanya seorang pejabat pemerintah: kasus sudah parah, ada bencana, turun tangan beri bantuan dan pidato seakan2 mereka Super heronya, Fuck off!!!
@MahadewaDharne: Bung @Masinton Ini saat duduk di DPR-RI komisi III termasuk “Gank Koboy ” bersama Bambang ,Fahri cs .. Seiring perjalanan Waktu ,Bambang dan fahri sdh jd “ayam sayur ” di jaman Jokosolo-Prabowo .. Masinton turun ke daerah jadi Bupati .. Nah gebrakan nya apa berhasil ??
@bonnbonnit: Inspeksi ke jajarannya coba bang, siapa tau dapet pencerahan
@lupadiri0_0: Emang paling pas bacot seperti ini setelah musibah terjadi. Sebelum musibah terjadi kagak guna ribut-ribut tak ada yang peduli…
@MilanistiSagita: Ni orang kalo ditawarin cuan dari perusahaan kira-kira langsung diem g sih? Trust issue sama kader banteng soalnya
@Agustisyarif: 10 thn kemarin & sebelumnya ngapain aja lae..? Kenapa sdh kejadian baru siuman.
@SujarMUFC: Udah jd korban baru marah2. Selama ini masak ga tau ada kebun sawit yg merusak alam
Dikeluhkan Masyarakat Tapanuli Tengah
Dikutip dari Facebook Pemkab Tapanuli Tengah, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mendengarkan langsung Keluhan yang dirasakan Masyarakat sekitar Perkebunan Sawit PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR), Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Kantor Camat Sirandorung, Jum’at (11/07/2025).
Masinton Pasaribu menyampaikan sejak bulan Juni 2025 Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah memanggil seluruh Perusahaan Sawit yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah ini.
