
SAMPIT, Supersemar News — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme guru sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 08.00–12.30 WIB, tersebut dikemas dalam rangkaian Aksi Nyata MGMP Geografi SMA–MA Meander Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan berlangsung di SMAN 1 Sampit, Jalan Simpang Kartini, serta dilanjutkan dengan kegiatan sosial dan aksi bersama di Posko MDMC Muhammadiyah Sampit.
Kegiatan tidak hanya berorientasi pada agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi momentum bagi para guru Geografi untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, membangun kepedulian sosial, sekaligus mempererat komunikasi dan kolaborasi antarguru Geografi SMA–MA di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sejumlah agenda utama dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, antara lain evaluasi program kerja MGMP, penyusunan dan perencanaan program kerja empat bulan ke depan, kegiatan kepedulian terhadap masyarakat melalui pembagian ratusan masker kepada pengguna jalan, aksi bersama di Posko MDMC Muhammadiyah Kotawaringin Timur di Jalan Kartini Sampit, serta silaturahmi dan sharing trik menghadapi OSN dan OMI.
Ketua MGMP Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Isa As, S.Pd., MM, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bahwa MGMP tidak boleh hanya menjadi forum pertemuan rutin guru, tetapi harus mampu menjadi ruang tumbuh bersama sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurutnya, evaluasi program kerja menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program MGMP tetap berjalan sesuai tujuan dan mampu menjawab kebutuhan guru serta perkembangan dunia pendidikan.
“MGMP bukan sekadar tempat berkumpulnya guru Geografi. MGMP harus menjadi ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, melakukan refleksi, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, kemudian menyusun langkah-langkah baru yang lebih baik. Karena itu, evaluasi program kerja menjadi sangat penting agar kegiatan MGMP benar-benar memberikan manfaat bagi anggota dan berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Geografi di sekolah,” ujar Muhammad Isa As.

Ia menjelaskan, dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Guru dituntut untuk tidak berhenti belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks pembelajaran Geografi, menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi di dalam kelas. Guru Geografi juga perlu memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan lingkungan, kebencanaan, sosial, ekonomi, wilayah, serta dinamika masyarakat.
“Geografi mengajarkan kita untuk memahami hubungan manusia dengan ruang dan lingkungannya. Karena itu, guru Geografi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Ketika kita turun langsung membagikan masker kepada masyarakat dan melakukan aksi bersama di Posko MDMC, kita ingin menunjukkan bahwa ilmu dan nilai-nilai yang kita ajarkan di kelas juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut adalah aksi kepedulian kepada masyarakat dengan membagikan ratusan masker kepada pengguna jalan.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian para guru terhadap kondisi masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan ketika menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kualitas udara.
Bagi MGMP Geografi “Meander”, kegiatan sosial tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para guru. Kepedulian terhadap masyarakat dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial seorang pendidik.
“Kami ingin MGMP memiliki wajah yang lebih luas. Tidak hanya berbicara tentang administrasi, perangkat pembelajaran, soal, kurikulum, OSN, atau OMI, tetapi juga bagaimana guru hadir di tengah masyarakat. Pembagian masker ini memang sederhana, tetapi kami berharap menjadi simbol bahwa guru juga memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” tutur Muhammad Isa.
Rangkaian kegiatan yang lain yaitu aksi bersama di Posko MDMC Muhammadiyah Kotawaringin Timur di Jalan Kartini, Sampit.
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan dan kebencanaan.
Muhammad Isa menegaskan bahwa kolaborasi lintas komunitas dan lembaga menjadi penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada MDMC Muhammadiyah Kotawaringin Timur yang telah menjadi bagian dari kegiatan ini. Bagi kami, kolaborasi seperti ini sangat penting. Guru tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat, sekolah, organisasi, lembaga sosial dan berbagai elemen lainnya harus dapat bersinergi untuk menghadapi persoalan yang ada di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Selain kegiatan sosial, pertemuan MGMP juga menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kompetensi akademik melalui silaturahmi dan sharing strategi menghadapi OSN dan OMI di tahun yang akan datang.

Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru, terutama dalam pembinaan peserta didik yang memiliki potensi dan minat pada bidang Geografi maupun kompetisi akademik lainnya.
Menurut Muhammad Isa, keberhasilan pembinaan peserta didik tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antarguru.
“Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah menemukan, membimbing dan mengembangkan potensi tersebut. Karena itu, pengalaman guru dalam membina OSN maupun OMI perlu dibagikan. Jangan sampai pengetahuan dan pengalaman hanya berhenti pada satu sekolah atau satu guru. Kalau kita berbagi, maka semakin banyak guru yang memiliki kemampuan untuk membina siswa,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, MGMP Geografi SMA–MA “Meander” juga melakukan perencanaan program kerja untuk empat bulan yang akan datang.
Perencanaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kegiatan MGMP sekaligus memastikan program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik.
Muhammad Isa berharap MGMP ke depan semakin aktif, solid, produktif dan mampu melahirkan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Harapan kami, MGMP Geografi Meander semakin solid dan semakin aktif. Kita ingin membangun budaya saling berbagi, saling menguatkan dan saling mendukung. Tidak ada guru yang merasa berjalan sendirian. Ketika ada persoalan dalam pembelajaran, kita diskusikan bersama. Ketika ada keberhasilan, kita rayakan bersama. Ketika ada tantangan, kita hadapi bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MGMP Geografi SMA–MA “Meander” juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua beserta keluarga besar MKKS SMA–MA Kabupaten Kotawaringin Timur atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap kegiatan MGMP.
Ia secara khusus mengapresiasi sekolah-sekolah yang terus memberikan dukungan dengan mengirimkan delegasi guru mata pelajaran Geografi untuk hadir dan aktif dalam kegiatan MGMP.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Ketua dan keluarga besar MKKS SMA–MA Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dukungan Bapak dan Ibu MKKS SMA MA Kab Kotim selama ini menjadi energi yang sangat berarti bagi kami di MGMP Geografi Meander. Ketika sekolah memberikan kesempatan dan mengirimkan guru Geografinya untuk hadir dalam kegiatan MGMP, sesungguhnya sekolah sedang memberikan ruang kepada guru untuk berkembang, belajar dan berkolaborasi,” ujar Muhammad Isa.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat.
“Kami juga mengajak sekolah-sekolah yang mungkin pada pertemuan kali ini belum sempat mengirimkan delegasi guru Geografi, pada pertemuan rutin bulanan berikutnya mudah-mudahan dapat hadir dan ikut aktif. Kehadiran setiap guru sangat berarti bagi MGMP. Semakin banyak yang hadir dan terlibat, semakin banyak gagasan, pengalaman dan praktik baik yang dapat kita bagikan bersama,” tambahnya.
Lebih jauh, MGMP Geografi SMA–MA “Meander” dapat benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh guru Geografi SMA–MA di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Rumah bersama yang dimaksud bukan sekadar tempat pertemuan, melainkan ruang untuk meningkatkan kompetensi, membangun jejaring profesional, berbagi praktik baik, membahas persoalan pembelajaran, melakukan inovasi, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Kami ingin MGMP Geografi Meander menjadi rumah bersama. Rumah tempat kita belajar, berbagi, berdiskusi dan bertumbuh. Tidak ada istilah guru senior atau guru junior dalam semangat belajar. Semua memiliki pengalaman yang bisa dibagikan dan semua memiliki sesuatu yang bisa dipelajari,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan MGMP ke depan akan terus diarahkan pada keseimbangan antara penguatan profesionalisme guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan prestasi siswa, penguatan jejaring, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
“Semoga langkah kecil yang kami lakukan hari ini menjadi bagian dari langkah besar untuk membangun pendidikan yang lebih baik di Kotawaringin Timur.
Semoga MGMP Geografi SMA MA Kabupaten Kotim terus bergerak, terus belajar dan terus memberikan manfaat. Karena guru yang terus belajar akan melahirkan pembelajaran yang terus berkembang, dan pembelajaran yang baik pada akhirnya akan memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakatnya,” pungkas Muhammad Isa As.
Kegiatan Aksi Nyata MGMP Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalisme guru tidak hanya dibangun melalui forum akademik, tetapi juga melalui kolaborasi, kepedulian, pengabdian dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Humas
MGMP Geografi SMA–MA “Meander”
Kabupaten Kotawaringin Timur
