
Momentum HJB ke-544, Kota Bogor Perkuat Identitas Sejarah Melalui Museum Pajajaran
SUPERSEMAR NEWS | BOGOR โ Pemerintah Kota Bogor resmi melakukan soft launching Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (3/6/2026). Peresmian museum tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus menandai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Sunda.
Museum yang digadang-gadang menjadi ikon wisata sejarah baru di Kota Bogor itu mulai dibuka untuk publik meskipun proses pembangunan secara keseluruhan masih berlangsung. Pemerintah Kota Bogor menilai kondisi bangunan dan fasilitas yang telah mencapai sekitar 80 persen sudah layak dimanfaatkan secara bertahap untuk kegiatan edukasi dan kunjungan masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pembukaan museum tidak hanya menjadi simbol perayaan HJB ke-544, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang pembelajaran sejarah yang dapat diakses masyarakat luas.
Menurutnya, menunggu seluruh proses pembangunan rampung justru berpotensi membuat fasilitas yang telah tersedia tidak termanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, museum mulai diaktifkan dengan menghadirkan puluhan artefak dan koleksi bersejarah yang berasal dari berbagai pihak.
Proyek Kolaboratif Bernilai Puluhan Miliar Rupiah
Pembangunan Museum Pajajaran menjadi salah satu proyek kebudayaan terbesar yang dikerjakan melalui kolaborasi berbagai tingkatan pemerintahan. Dukungan pendanaan berasal dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Bogor.
Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kota Bogor, anggaran pembangunan museum berasal dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp13,5 miliar. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana Rp10,4 miliar dan Pemerintah Kota Bogor menambahkan dukungan melalui APBD sebesar Rp2 miliar.
Kolaborasi lintas pemerintah tersebut menunjukkan adanya perhatian serius terhadap upaya pelestarian sejarah Kerajaan Pajajaran yang selama ini menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat Sunda.
Selain pembangunan fisik museum, pemerintah juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan terpadu yang akan menghubungkan Museum Pajajaran dengan kawasan sejarah Batutulis dan berbagai destinasi budaya di sekitarnya.
Penataan Kawasan Batutulis Melalui Proses Panjang
Di balik pembangunan Museum Pajajaran, terdapat proses penataan kawasan yang berlangsung cukup panjang dan kompleks. Pemerintah Kota Bogor harus melakukan berbagai tahapan strategis, termasuk relokasi aktivitas pendidikan yang sebelumnya berada di lokasi pengembangan museum.
Sekitar 700 siswa dari SDN Batutulis 1 dan SDN Batutulis 2 menjadi bagian dari proses penataan kawasan tersebut. Pemerintah melakukan berbagai langkah agar proses relokasi dapat berjalan tanpa mengganggu hak pendidikan para siswa.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pendekatan kepada berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Batutulis. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pengembangan kawasan sejarah dapat berjalan sesuai rencana tanpa menimbulkan persoalan sosial maupun administratif.
Pemerintah Kota Bogor menilai keberhasilan penataan kawasan Batutulis merupakan hasil dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menampilkan 80 Koleksi Sejarah dan Budaya Sunda
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, menjelaskan bahwa Museum Pajajaran saat ini telah menyiapkan sekitar 80 koleksi yang ditempatkan dalam tiga ruang pamer utama.
Setiap ruang pamer dirancang untuk menghadirkan pengalaman edukatif yang berbeda bagi pengunjung.
Ruang pertama menampilkan berbagai pusaka yang memiliki nilai sejarah tinggi. Koleksi tersebut menjadi daya tarik utama karena berkaitan dengan perjalanan sejarah Sunda dan Kerajaan Pajajaran.
Selanjutnya, ruang kedua menghadirkan berbagai elemen budaya seperti dokumentasi sejarah, grafiti edukatif, serta alat musik tradisional termasuk gamelan. Kehadiran koleksi budaya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan seni Sunda kepada generasi muda.
Sementara itu, ruang ketiga berisi storyline atau narasi perjalanan sejarah Pajajaran yang disusun secara sistematis sehingga pengunjung dapat memahami perkembangan kerajaan tersebut dari masa ke masa.
Konsep penyajian koleksi tersebut dirancang untuk menggabungkan aspek edukasi, pelestarian budaya, dan pengalaman wisata sejarah dalam satu kawasan terpadu.
Dukungan Koleksi dari Berbagai Institusi
Sebagian besar koleksi yang saat ini dipamerkan merupakan hasil kerja sama dengan berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah dan budaya nasional.
Sebanyak 33 pusaka berasal dari Kementerian Kebudayaan. Selain itu, Balai Pelestarian Kebudayaan turut memberikan dukungan koleksi yang memperkaya narasi sejarah yang disampaikan kepada pengunjung.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Bank BJB memberikan hibah berupa lukisan Prabu Siliwangi yang menjadi salah satu koleksi menarik di dalam museum.
Keberadaan berbagai koleksi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Museum Pajajaran tidak hanya menjadi proyek pemerintah daerah semata, melainkan juga melibatkan berbagai lembaga yang memiliki visi serupa dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Pengembangan Koleksi dan Replika Mahkota Binokasih
Pemerintah Kota Bogor tidak berhenti pada koleksi yang tersedia saat ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkaya isi museum pada tahap berikutnya.
Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah kerja sama dengan Museum Sri Baduga Bandung dan Keraton Sumedang Larang. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan koleksi tambahan yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Kerajaan Pajajaran.
Selain itu, pemerintah juga berencana menghadirkan replika Mahkota Binokasih beserta berbagai atribut kerajaan lainnya. Kehadiran replika tersebut diyakini akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah kerajaan Sunda.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Museum Pajajaran sebagai pusat edukasi sejarah yang tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga menyajikan narasi budaya secara komprehensif.
Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Unggulan
Pemerintah Kota Bogor menargetkan Museum Pajajaran menjadi destinasi wisata edukasi unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Potensi tersebut dinilai sangat besar mengingat lokasi museum berada di kawasan Batutulis yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik penting dalam sejarah Kerajaan Pajajaran.
Pengembangan museum juga sejalan dengan tren wisata berbasis edukasi yang semakin diminati masyarakat. Wisatawan tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang memberikan nilai tambah.
Melalui konsep tersebut, Museum Pajajaran diharapkan dapat memperkuat citra Kota Bogor sebagai kota yang tidak hanya dikenal karena wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat.
Pembangunan Amphitheater dan Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung aktivitas budaya yang lebih luas, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan pembangunan berbagai fasilitas tambahan di kawasan museum.
Salah satu fasilitas yang akan dibangun adalah amphitheater yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, pameran budaya, diskusi sejarah, hingga kegiatan edukatif lainnya.
Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan pagar pembatas kawasan guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Keberadaan fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan kawasan Batutulis sebagai pusat aktivitas budaya dan sejarah di Kota Bogor.
Dibuka Bertahap untuk Menjaga Kualitas Layanan
Pasca soft launching, Museum Pajajaran akan dibuka secara bertahap dengan sistem kunjungan terbatas. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang bagi pengelola dalam menyempurnakan berbagai fasilitas yang masih dalam proses pengerjaan.
Pemerintah berharap pembukaan bertahap dapat memberikan pengalaman kunjungan yang nyaman sekaligus menjadi tahap evaluasi sebelum museum beroperasi secara penuh.
Dengan hadirnya Museum Pajajaran, Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan sejarah, memperkuat identitas budaya Sunda, dan mengembangkan sektor pariwisata berbasis edukasi. Kehadiran museum ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga investasi budaya untuk generasi masa depan.***(SB)
SupersemarNewsTeam
