
Nara Kupu Village saat melaksanakan program pemberdayaan petani milenial dan petani lokal
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Nara Kupu Village (NKV), agrowisata edukasi terbaik di Sawangan, Depok, berkontribusi dalam pemberdayaan petani milenial dan lokal. Dengan program-program unggulan, NKV mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pembelajaran dan pemberdayaan.
Program Pemberdayaan Petani Milenial
Yosep Permana, Field Manager NKV, menjelaskan bahwa Nara Kupu Village rutin mengunjungi petani untuk mengenalkan pertanian organik dan hidroponik. NKV juga mempekerjakan petani muda dan lulusan sekolah pertanian sebagai karyawan. “Kami bertemu petani melalui anjangsana untuk memberikan pengetahuan dan membuka peluang kerja bagi petani muda,” ujar Yosep.
Pembelajaran untuk Petani Sawit
Selain itu, NKV juga mengajarkan petani sawit dari Kalimantan Tengah, Barat, dan Timur tentang pertanian organik dan hidroponik. Petani sawit, yang biasa menanam tanaman perkebunan, kini mendapatkan pengetahuan baru untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.
Magang untuk Mahasiswa Pertanian
Nara Kupu Village bekerja sama dengan beberapa sekolah pertanian, seperti IPB dan Polbangtan, untuk menyediakan program magang. Mahasiswa magang di NKV selama satu hingga tiga bulan, belajar langsung tentang pertanian organik dan hidroponik.
Meningkatkan Kesejahteraan Petani
NKV juga mendukung kesejahteraan petani dengan membeli hasil pertanian lokal dengan harga yang lebih tinggi daripada harga pasar. Sayur dan buah yang dihasilkan petani lokal dapat dibeli oleh pengunjung NKV atau dipasarkan melalui Sayur Kendal milik Rayhan Christian Siego.
Mendukung Regenerasi Petani
Melihat semakin sedikitnya petani muda, NKV mendorong regenerasi dengan melibatkan petani muda berusia 20 tahun. Dengan mengelola Nara Kupu Village, Nara Kupu Jogja, dan Nara Puncak, semuanya dikelola oleh petani milenial yang menginspirasi program pemerintah untuk menciptakan generasi petani masa depan.
Kolaborasi dengan Program Pemerintah
Program pemerintah, seperti Bakomsus Polri dan PA PK TNI, juga mendukung regenerasi petani dengan membuka kesempatan bagi siswa SMK Pertanian dan mahasiswa pertanian untuk terlibat langsung dalam komunitas petani. Selain itu, Program YESS dari Kementerian Pertanian dan IFAD turut berfokus pada pengembangan petani muda.
Harapan Petani Milenial
Yosep menutup dengan harapan bahwa petani milenial mampu menciptakan bisnis pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami ingin petani muda tidak hanya bertani, tapi juga mengembangkan bisnis pertanian yang dapat mendukung ekonomi lokal,” pungkasnya.
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
