Pemprov Kalteng Bahas Inventarisasi Potensi WPR Kabupaten Kapuas, Wujudkan Kemajuan Daerah

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 00:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Pemerintah provinsi terus mendorong penguatan data dan koordinasi lintas sektor. Foto: Humas ESDM

PALANGKA RAYA, Supersemar News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalteng menggelar pertemuan penyampaian paparan hasil kajian inventarisasi potensi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas ESDM Kalteng pada Kamis (4/12/2025).

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setda Kalteng, Herson B. Aden membacakan sambutan gubernur.

Dalam sambutannya, Herson menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam (SDA) sektor pertambangan yang sangat melimpah. Potensi tersebut menjadi modal utama untuk mewujudkan Kalteng yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa penetapan WPR merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM sebagai bagian dari tata kelola potensi SDA yang lebih tertib. Pemerintah Provinsi, melalui Dinas ESDM Kalteng, mengusulkan WPR berdasarkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten. Pengelolaan yang baik diperlukan agar keberlanjutan sumber daya tetap terjaga serta adil bagi hak dan kewajiban masyarakat sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Desak Iran Terkait Keamanan Maritim

“Ke depan, kajian-kajian penelitian seperti yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi modal dasar dalam menyusun perencanaan strategis pengelolaan WPR. Kajian tersebut juga membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan strategi perlindungan yang efektif bagi masyarakat terdampak kegiatan pertambangan,” ucap Herson.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Palangka Raya (UPR) yang telah menyelesaikan tiga kajian sebagai bagian dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan perguruan tinggi yang kompeten di bidangnya. Ia berharap hasil kajian itu dapat dimanfaatkan sebagai dasar memacu pembangunan daerah. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan seminar ini dengan baik dan lancar.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan Ramadan dan Idul Fitri 2027, Ini Tanggalnya

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kalteng Vent Christway mengungkapkan bahwa kajian inventarisasi potensi WPR menjadi landasan penting sebelum menetapkan wilayah pertambangan rakyat secara resmi.

“Kajian ini sangat penting agar penetapan WPR tidak dilakukan secara sembarangan. Kita ingin memastikan bahwa wilayah yang diusulkan benar-benar memiliki potensi, tidak tumpang tindih dengan izin lain, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan,” ujar Vent.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan data dan koordinasi lintas sektor.

“Kami berkomitmen menghadirkan tata kelola pertambangan rakyat yang lebih tertib, legal, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Bambang Irawan serta seluruh staf lingkup Dinas ESDM Kalteng.

(Fauji/Editor)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru