Bazar ini bukan hanya ajang berdagang, tapi juga kesempatan untuk mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan di antara para penyintas stroke dan pelaku UMKM,” ujar Ibu Maria Sri Rosa Sinta saat duduk bersama para peserta dan pengunjung di area bazar.

SUPERSEMAR NEWSJAKARTA, Minggu (23/3) – Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Jakarta Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung UMKM dengan sukses menggelar Bazaar Ramadhan 2025. Acara yang berlangsung pada 22-23 Maret berkolaborasi dengan Sunday Market Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini menjadi ajang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk para penyintas stroke, untuk memasarkan produk mereka.

Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Stand-stand UMKM yang berpartisipasi laris manis, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat.

Antusiasme masyarakat di Bazaar Ramadhan 2025 terasa begitu kuat meski sempat diguyur hujan. Stand-stand UMKM, termasuk Bebek Jawara Kemayoran, ramai dikunjungi, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan,” ujar Ibu Maria Sri Rosa Sinta.

Bapak Rico Harahap Bangkit Setelah Mengalami Stroke

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Bapak Rico Harahap, pria berusia 54 tahun yang merupakan penyintas stroke akibat sumbatan di pembuluh darah otak. Sebelum terkena stroke, Bapak Rico adalah seorang programmer yang mengembangkan software sendiri. Namun, kondisinya mengharuskannya mencari jalan baru dalam hidupnya.

“Stroke ini sudah saya derita hampir 10 bulan. Alhamdulillah sekarang lebih baik, dan saya berterima kasih kepada PPSI Jaksel yang memperkenalkan saya pada komunitas ini. Berkat dukungan Pak Haryanto dan Bu Betty, saya bisa ikut serta dalam bazar ini, dan ini benar-benar memberi saya semangat baru,” ungkap Rico saat ditemui di stand-nya.

Dalam bazar ini, Bapak Rico menjual Tahu Bakso Lumpia Asmara, sebuah usaha kuliner yang berasal dari saudara istrinya di Ungaran. “Hasil penjualan cukup baik, dan saya berharap ini bisa membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

PPSI Jaksel Bangga Atas Kesuksesan Bazaar Ramadhan 2025

Ketua DPC PPSI Jakarta Selatan, Ibu Maria Sri Rosa Sinta, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan bazar ini. “Saya sempat khawatir hujan akan membuat pengunjung sepi, tapi ternyata stand-stand tetap ramai, dan produk-produk yang dijual habis! PPSI Jaksel sendiri menempati lima stand di bazar ini, termasuk stand khusus disabilitas yang menjual kerajinan tangan, rajutan, tas, jamu, hingga minuman herbal seperti kombucha,” jelasnya.

Menurut Ibu Rosa, bazar ini bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga wadah bagi para penyintas stroke untuk bangkit dan mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka. “Banyak dari mereka yang ekonominya terganggu setelah terkena stroke. Dengan kegiatan seperti ini, mereka punya peluang untuk mandiri kembali,” katanya.

Ibu Rosa juga menyoroti kisah Bapak Adrin, seorang penyintas stroke yang dulunya adalah lulusan S2 di bidang komputer dan bekerja di kantor. “Setelah terkena stroke, dia kehilangan pekerjaan. Tapi sekarang, dengan semangat baru, dia berusaha bangkit dan memulai usaha. Ini yang ingin kita dorong—agar mereka tetap berdaya dan tidak kehilangan harapan,” tuturnya.

Sunday Market Bona Indah Rutin Gelar Bazar untuk Dukung UMKM

Ibu Dewi, perwakilan dari Sunday Market Bona Indah, menjelaskan bahwa bazar ini adalah bagian dari program rutin mereka dalam membina pelaku UMKM. “Sunday Market ini adalah organisasi nirlaba yang rutin mengadakan bazar saat 17 Agustus, Lebaran, dan hari-hari besar lainnya. Setahun bisa tiga hingga empat kali. Yang paling ramai biasanya saat peringatan Hari Kemerdekaan dengan sekitar 70 stand,” jelasnya.

Bazar Ramadhan tahun ini merupakan kali ketiga yang digelar di Bona Indah. Selain menghadirkan berbagai produk kuliner dan kerajinan, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba-lomba seperti lomba mengaji anak-anak, lomba dai cilik, dan fashion show.

“Kami mempersiapkan acara ini dalam satu hingga dua bulan. Sebelumnya, anggota kami mencapai 250 orang sebelum pandemi, tetapi sempat vakum. Sekarang, kami kembali aktif, dan pesertanya terus bertambah,” jelas Ibu Dewi.

Ibu Dewi mengapresiasi keterlibatan PPSI Jaksel dan membuka kesempatan bagi siapa saja, termasuk penyintas stroke, untuk bergabung dengan syarat setiap stand menawarkan menu berbeda agar persaingan sehat.

Acara yang berlangsung hingga malam ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Bahkan, sebelum Maghrib, banyak stand yang sudah kehabisan dagangan.

Ibu Dewi berharap lebih banyak UMKM terlibat dan masyarakat mendukung produk lokal di bazar ini setiap tahun.

PPSI Jakarta Selatan sukses menggelar Bazaar Ramadhan 2025 di Sunday Market Bona Indah, mendukung UMKM dan penyintas stroke untuk mandiri.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki